Lombok Post
Metropolis

April BRT Mengaspal Lagi

MANGKRAK: Salah satu BRT yang terparkir di halaman Damri Mataram bersama bus rongsokan yang sudah tak bisa dioperasionalkan, beberapa waktu lalu. Ivan/Lombok Post

MATARAM – Sempat menghilang dari peredaran Bus Rapid Transport (BRT) bakal kembali mengaspal. Tertanggal 1 April 2017. Bus bongsor itu bakal kembali berseliwiren di jalan-jalan di Mataram.

“Benar, kita akan segera mulai awal April,a�? kata GM Damri Mataram Nur Syamsu pada Lombok Post, kemarin.

Bedanya dengan pengoperasian terdahulu adalah, hanya koridor satu saja yang akan kembali aktif. Membentang dari Senggigi hingga Mandalika.

Rute ini juga tak dilayani penuh 20 bis yang ada. Total hanya delapan armada yang disiapkan untuk masyarakat, terutama anak-anak sekolahan.

“Kita sudah rapatkan dengan dishub provinsi dan kota 13 dan 20 Maret lalu,a�? jelasnya.

Kabar baik lain yang menyertai bakal kembalinya BRT adalah rencana subsidi penuh bagi anak-anak sekolah. Artinya bus itu akan melayani setiap anak sekolah dengan gratis tanpa memungut sepeser pun biaya.

Karena fokus utama melayani pelajar, maka bus itu akan mengantisipasi siswa berangkat dan pulang sekolah pada jam-jam ramai. Semisal pukul 06.00 dan 13.00 Wita.

Di luar jam ramai siswa, bus akan tetap berputar melayani masyarakat umum. a�?Rencana awalnya seperti itu,a�? ujarnya.

Lantas bagaimana dengan rute lain yang dulu sempat dibuka? Bagaimana pula dengan 12 bus lain yang tak dioperasionalkan?

Ia mengatakan sisa bus menunggu bentuan subsidi perkotaan dari kementerian. Jika sesuai harapan, anggarannya cair, maka sisa bus bakal kembali mengaspal di tiga rute lain yang juga sudah sempat diadakan.

Khusus satu rute yang bakal dihidupkan itu, anggarannya bersumber dari provinsi dan pusat.

Namun ketika ditanya perihal janji Rp 1 miliar yang sempat dilontarkan Pemkot Mataram, ia hanya bisa mengatakan masih dalam pembahasan.

Lantas bagaimana dengan angkot (bemo kuning) yang sempat menolak keberadaan BRT? Penolakan itu juga yang membuat BRT selama beberapa bulan ini harus dikandangkan.

Terkait itu, dia mengatakan menyerahkan sepenuhnya pada pihak perhubungan kota. “Itu bagiannya dinas perhubungan kota,a�? ujarnya.

Sayangnya, Lombok Post yang coba menghubungi Kadis Perhubungan Kota Mataram H Khalid tak mendapat jawaban.

Demikian pula ketika Koran ini coba mengkonfirmasi Sekdis Perhubungan Cukup Wibowo, tak ada jawaban terkait rencana pengaktifan kembali BRT tersebut.

“Coba hubungi damri atau dishub provinsi,a�? jawabnya singkat.

Terpisah Kadishub Kota Mataram H Khalid melalui pesan singkat mengatakan pihaknya bakal mendukung penuh rencana tersebut.

Sebagai bagian dari keputusan yang akan diambil pada rapat koordinasi mendatang, Dishub Mataram akan mengikuti apapun yang menjadi keputusan bersama. “Keputusan diambil 29 Maret mendatang,” ujarnya.

Namun hingga kini ia tak menjelaskan bagaimana solusi terhadap bemo kuning yang menolak keberadaan BRT. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Muslim Masih Duduk Manis

Redaksi LombokPost

Bahagia Setelah Miliki Kantor Tetap

Redaksi LombokPost

Rusunawa Nelayan Terkendala Lahan

Redaksi LombokPost

Panel Limit, Risha Krodit

Redaksi LombokPost

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost