Lombok Post
Metropolis

Bayi Mengandung a�?Janina�? Segera Dioperasi

KETERANGAN PERS: Direktur RSUP NTB H Lalu Hamzi Fikri (kiri) dan Wakil Direktur RSUP NTB Agus Rusdi memberikan keterangan pers, kemarin (21/3). SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Tim dokter RSUP NTB menyatakan siap menggelar operasi pengangkatan benda asing mirip janin dalam perut Muhmmad Abdalul Zikri Hakim, bayi 10 bulan asal Desa Letok, Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Operasi sangat bergantung kondisi Zikri. Namun paling cepat minggu depan.

a�?Upaya sudah dilakukan sebelum operasi yaitu memperbaiki kondisi umum dan status gizi pasien,a�? kata Direktur RSUP Provinsi NTB, dr Lalu Hamzi Fikri dalam keterangan persnya, kemarin (21/3).

Pemulihan kondisi pasien sangat penting untuk meminimalisir dampak saat operasi ataupun setelah operasi. Kondisi gizi Zikri saat ini masih kurang baik akibat benda asing yang bersarang di dalam tubuhnya. Salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi gizi adalah dengan memberikan asupan susu formula, sebab makanan masih sulit masuk ke delam tubuhnya.

Hingga kini, tim belum bisa menentukan jadwal operasi, karena semua itu sangat tergantung pada kondisi Zikri. Jika seminggu ke depan persiapan berjalan maksimal dan kondisi kesehatan Zikri membaik, maka baru bisa ditentukan tanggal operasinya. a�?Rencananya minggu depan,a�? kata Fikri.

Operasi akan melibatkan sekitar 9 dokter, di antaranya dokter bedah, dokter spesialis anak, dokter spesialis anastesi, spesialis radiologi, spesialis obgyn, spesialis patologi anatomi, spesialis patologi klinis serta ahli gizi. Ia menjamin operasi tersebut mampu dilakukan tim dokter RSUP NTB, dan kemungkinan bayi selamat sangat besar.

Ia menambahkan, benda mirip janin tersebut diduga berada di dalam perut Zikri sejak lahir. Gambaran benda yang menyerupai tulang dan tubuh tidak sempurna itu saat ini dalam kondisi tidak bergerak atau mati, sehingga harus diangkat melalui operasi. Mengenai semakin besarnya perut bayi juga belum bisa dipastikan, apakah karena perkembangan janin tersebut atau karena cairan lain di perut bayi.

a�?Diagnosa pasti baru kita bisa lakukan setelah dilakukan pembedahan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jaringan tersebut,a�? kata Fikri.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUP NTB Agus Rusdi menambahkan, sesuai kecurigaan awal bahwa benda asing di dalam perut bayi itu semakin mengarah ke kasus fetus in fetu atau janin di dalam janin.

Dijelaskannya, fetus in fetu merupakan kelainan yang terjadi ketika kembaran dari salah satu bayi tidak sempurna berada di dalam organ tubuh bayi kembarannya, sehingga ia menjadi semacam parasit. Menurutnya, kasus fetus in fetu merupakan kasus yang sangat langka. Berdasarkan referensi yang didapat, kasus seperti itu muncul satu dari 500.000 kelahiran di dunia.

Kecurigaan lainnya adalah kista dermoid. Ia menjelaskan, kista dermoid adalah kista yang di dalamnya tumbuh rambut, tulang dan gigi. Tindakan untuk menangani kedua kasus ini tidak jauh berbeda, yaitu melakukan operasi pengangkatan. Setelah itu baru bisa diketahui dengan pasti benda apa yang ada di dalam perut bayi.

Rusdi menambahkan, setelah dilakukan pengangkatan akan dilakukan pemeriksaan jaringan oleh spesialis patologi anatomi. Nanti akan dilihat apakah memang benda tersebut adalah kembarannya atau yang tumbuh dari organ-organ lain.

Belian Tak Mempan

Sementara itu, keluarga Zikri di Lombok Timur harap-harap cemas di tengah harapan membuncah agar Zikri bisa sembuh. Sarjan, nenek Zikri yang tinggal di Desa Letok Kecamatan Sakra, kemarin kepada Lombok Post mengatakan, Zikri adalah cucu keempatnya dari putri keduanya Asmani yang menikah dengan Rusman.

Ia mengaku tidak pernah menyangka kalau cucunya akan mengalami sakit aneh yang membuatnya dirawat cukup lama di rumah sakit. Sejak lahir, kondisi Zikri menurut Sarjan normal seperti saudaranya dan bayi pada umumnya. Ibunya Asmani juga rajin ke Posyandu untuk mengecek kondisi gizi Zikri. Namun demikian ia menuturkan kalau Zikri sebelumnya memang pernah dirawat di RSUD Selong belum lama setelah lahir.

“Memang saat usia 1,5 bulan pernah dibawa ke RSUD Selong karena dia mengalami demam tinggi. Dia dirawat selama lima hari,” tutur Sarjan. Setelah pulang dari rumah sakit, kondisi Zikri pun normal kembali.

Ia tumbuh seperti bayi pada umumnya. Namun, selang beberpa bulan, kondisi fisik Zikri mulai tak lazim. Kondisi perutnya membuncit sehingga membuat keluarga khawatir. “Kalau dia (Zikri, Red) sih mungkin tidak merasa sakit. Soalnya dikepak-kepak perutnya saat dia sedang bermain sambil tertawa,” beber Sarjan.

Namun, orang tua Zikri semakin khawatir ketika perutnya semakin membesar. Akhirnya, mereka pun berupaya mengobati Zikri dengan cara tradisional. “Sering di bawa ke Belian Sasak (dukun, Red) tapi tidak juga berhasil. Kami semua nggak tahu apa penyakit anak ini,” ungkapnya dengan nada sedih.

“Bukan hanya Belian Sasak, kami bawa Zikri juga berobat ke Belian Sumbawa. Namun hasilnya tetap sama,” imbuhnya. Kondisi perut bayi ini semakin membesar sehingga akhirnya dilarikan kembali ke RSUD Selong beberapa hari lalu.

“Dari sana kemudian di rujuk ke Mataram dan belum pulang sampai sekarang,” ujarnya. Dari penuturan Sarjan, kedua orang tua Zikri merupakan buruh tani. (ili/ton/r8)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post