Lombok Post
Metropolis

Kasus SMPN 6 Harus Jadi Pelajaran

ILUSTRASI: Apapun alasannya, pungli harus dihentikan. Pemkot Mataram sudah menegaskan komitmennya untuk melakukan pencegahan dengan berbagai cara. Ivan/Lombok Post

MATARAM – SMPN 6 Mataram menjadi sorotan karena persoalan pungutan liar (pungli) yang membelitnya. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram H Sudenom meminta sekolah-sekolah lain belajar dari kasus tersebut.

“Jangan sampai terjadi lagi pada sekolah lain,a�? ujarnya mengingatkan beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, apapun alasannya, pungli memang tak bisa dibenarkan. Terkait anggapan bahwa, sekolah menjadi sektor yang rentan praktik pungli, Sudenom tak menampiknya. Namun kasus SMPN 6 Mataram menurut Sudenom sudah cukup menjadi pengingat bagi banyak pendidik, agar jangan coba-coba melakukannya.

“Saya kira dengan kasus tersebut, nyali sekolah lain sudah kecut,a�? ujarnya.

Hingga kini, ia meyakini yang kasus SMPN 6 Mataram adalah satu-satunya yang terjadi. Dia berharap, tak ada lagi persoalan serupa yang membelit dunia pendidikan di Mataram. a�?Ini harus jadi pelajaran untuk kita memperbaiki diri,a�? ucapnya.

Sebelumnya Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan komitmennya untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Dia tak ingin ada aparat pemerintahan yang menghalalkan segala cara untuk kepentingan pribadi.

“Saya minta saudara semua melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab,a�? pesannya beberapa waktu lalu terkait pungli.

Pungli dikatakan jelas merusak. Merugikan masyarakat karena pelaku lebih mementingkan kepentingan pribadi dan segelintir golongan yang membayar lebih. Praktik tersebut juga dianggap mengganggu iklim investasi dan pelayanan. Termasuk upaya pemberantasan korupsi.

“Kita harus sangat serius untuk urusan ini,a�? pesannya.

Selain pada tim saber pungli, kepada seluruh OPD ia juga berpesan agar memberi dukungan penuh dalam upaya pemberantasan pungli. Para atasan harus memainkan peranannya, mengawasi bawahan dengan saksama.

Sebaliknya, bawahan dalam bekerja juga harus menanamkan nilai-nilai kejujuran sedari awal. a�?Mari kita ciptakan good and clean government,a�? tandasnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost