Lombok Post
Pendidikan

Membangun Karakter Sejak Dini

DISKUSI: Para guru TK yang tergabung dalam IGTKI melakukan seminar manajemen organisasi dan kepemimpinan di TK Tarbiyatul Ummah Karang Bedil Mataram. Rojai/Lombok Post

MATARAM – Dalam praktik mengajar guru hanya tidak diminta untuk memberikan contoh kepada anak didiknya, namun juga mengaplikasikan apa yang menjadi contoh tersebut. Dengan begitu, anak akan mengikuti apa yang akan dilakukan gurunya.

a�?Jangan hanya mencotohkan saja, namun harus mengaplikasikan,a�? kata Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Mataram dan Selaparang Ahmad Fadli pada seminar manajemen organisasi kepemimpinan di TK Tarbiyatul Ummah Karang Bedil Mataram, kemarin (21).

Seminar bertajuk a�?Memberi contoh itu mudah, menjadi contoh itu sulita�? diikuti 50 guru yang tergabung dalam IGTKI Kecamatan Mataram dan Selaparang. Seminar ini mendatangkan nara sumber dari LPMP NTB.

Fadli menyebutkan, saat ini banyak calon gubernur melakukan pencitraan. Tapi apa yang dilakukan itu tidak terus menerus. Hanya pada saat itu saja agar mendapat simpatisan dari masyarakat.

Begitu juga dengan guru dalam skala yang lebih kecil.

Guru tidak hanya memberikan contoh saja. Apa yang diajarkan kepada anak didikA� ini harus bisa diaplikasikan dengan baik oleh guru. Ia menyebutkan, jika guru hanya menyuruh anak membuang sampah pada tempatnya, maka guru harus melakukan itu terlebih dahulu.

Ia menjelaskan, pemberian contoh dalam proses belajar mengajar harus dilakukan secara kontinyu. Sehingga anak mudah mengingat dan terus mengaplikasikannya.

a�?Kalau contoh hanya sekali saja maka jangan harap akan melekat diingatan anak,a�? sebut dia.

Fadli menjelaskan, seorang pemimpin jangan sampai diintervensi. Jika guru diintervensi maka hasilnya juga tidak akan baik. Begitu juga dengan kepala daerah yang diintervensi maka programnya tidak akan jalan.

Kegiatan ini rutin dilakukan guru TK yang tergabung dalamA� IGTKI. Pertemuan kali ini difokuskan pada simulasi memberikan topik penyelesaian masalah. Melatih kekompakan dalam memberikan metode pembelajaran menyenangkan.

Kini tambah Fadli, A�sekolah banyak menerapkan kurikulum 2013 (K13). Pada kurikulum baru ini ada namanya pendidikan karakter. Jadi, guru bisa merangkai metode pembelajaran yang memadukan K13.

a�?Kita tidak ingin anak hanya menjadi pintar tanpa memiliki karakter yang baik,a�? sebut dia.

Ia berharap dengan kegiatan ini guru bisa mengerti fungsinya. Guru tidak hanya menjadikan anak menjadi pintar, namun juga membentuk karakter anak melalui metode diajarkan. (jay)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost