Lombok Post
Headline Metropolis

Semoga Bukan Sekadar Janji

BANGUN MASJID: Para pekerja sedang membangun Masjid Mandalika di KEK Mandalika Resort, beberapa waktu lalu. ITDC For Lombok Post

MATARAMA�– Setelah melalui proses verifikasi cukup panjang, akhirnya PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) akan segera mencairkan uang kerahiman kepada warga yang menguasai lahan 109 hektare di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Tapi warga harus bersabar, karena dana itu baru dalam tahap proses pengajuan ke ITDC pusat.

Humas Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Mandalika Adi Sujono mengatakan, pihaknya baru menerima daftar nama-nama warga yang berhak menerima uang kerahiman dari tim verifikasi Pemprov NTB.

Daftar itulah yang akan menjadi dasar perusahaan mencairkan dana kerahiman sebesar Rp 4,5 juta per are tersebut. Tapi Sujono tidak menyebutkan secara pasti detail siapa saja yang berhak menerimanya. a�?Prosesnya kan di sini tapi uangnya datang dari kantor pusatnya ITDC,a�? katanya.

Dalam proses pembayaran uang kerahiman ini PT ITDC hanya bertugas menyiapkan dana.

Setelah dana dicairkan, maka akan diberikan kepada tim untuk dibagikan kepada warga yang berhak menerima. a�?Kita hanya menyiapkan dana saja,a�? katanya.

Sujono menegaskan, pihak ITDC memiliki komitmen yang kuat untuk menyelesaikan persoalan lahan di KEK Mandalika.

Jika dalam rapat koordinasi di Jakarta, Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan marah ke ITDC, menurutnya hal itu disebabkan karena salah tanggap saja.

Saat itu perusahaan tidak mungkin mencairkan dana tanpa ada data yang fix dari tim verifikasi tentang nama-nama penerima. Sebab surat gubernur baru diterima ITDC tanggal 16 Maret, bertepatan dengan hari rapat.

a�?Kalau saat itu kita bayar, mau bayar kepada siapa,a�? katanya.

Tapi setelah tim memberikan data nama-nama, baru kemudian perusahaan bisa mengajukan ke pusat. Sebagai BUMN tentu mereka juga punya prosedur dalam pencairannya.

Ia menjamin rentang waktunya tidak akan lama sehingga warga tidak perlu khawatir, perusahaan akan tetap pada komitemen awal.

Mengikuti proses yang dilakukan tim Pemprov NTB, dan sesuai surat gubernur NTB. Bila pembayarannya bertahap maka akan tetap diikuti, sebab tim yang memerifikasi di lapangan.

a�?Kita ini sudah investasi ratusan miliar pak, tidak mungkin tidak (membayar) sudah kadung basah,a�? ujarnya.

Ia menambahkan, meski masalah lahan 109 hektare sedang berprogres, tapi pembangunan di KEK Mandalika sudah mulai berjalan.

Para pekerja saat ini sedang membangun beberapa proyek infrastruktur dasar, dan semua sudah masuk kontrak senilai Rp 200 miliar lebih.

Diantaranya untuk pembangunan Garden Villa Pullman, masjid, infrastruktur dasar seperti penataan Pantai Kuta, penyediaan air bersih pengolahan air laut menjadi air tawar yang sudah jadi. Itu semua dikerjakan pihak ITDC.

a�?Kalau investor dia lain lagi, nanti mereka bangun hotel seperti Royal Tulip,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB Irnadi Kusuma menyebutkan, jumlah warga penerima uang kerahiman yang diajukan ke PT ITDC sebanyak 27 orang untuk 26,9 hektare lahan.

Untuk proses pencairan dana itu, Karo Pemerintahan akan memfasilitasi warga untuk membuat rekening. Sebanyak 27 orang warga bersama ITDC akan diundang ke Gedung Sangkareang untuk membahasnya.

Ia menargetkan, setelah Gubernur NTB kembali dari Korea Selatan, warga akan menerima buku rekening sekaligus uangnya. a�?Untuk yang lain, target kita April sudah tuntas untuk keseluruhan lahan 109 hektare,a�? katanya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost