Lombok Post
Selong

Bupati : Ubah Pola Bantuan Konsumtif!

BERI ARAHAN: Bupati Lotim Ali BD saat memberi arahan kepada pendamping program PKH di Aula Kantor Bupati Lotim kemarin (22/3).TONI/LOMBOK POST

SELONG – Bupati Lombok Timur (Lotim) Ali BD menggelar pertemuan dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) kemarin (23/3). Pertemuan dengan pendamping ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus memantapkan persiapan implementasi PKH di tahun 2017 mendatang.
a�?Tahun 2017 ini penerima PKH sebanyak 46 ribu KK. Satu pendamping akan memperikasi dan memvalidasi 200 sampaiA� 300 KK,a�? kata Kepala Dinas Sosial Lotim HR Mulyanto Tejo Kusumo.

Jumlah PKH yg hadir mematangkan persiapan sekaligus silaturahmi dengan Bupati kemarin berjumla 210 petugas PKH. Terdiri dari 204 PKH pendamping, lima orang operator dan satu Koordinator Kabupaten.
Bupati Lotim Ali BD mengaku jumlah penerima manfaat program PKH ini cukup besar.

Meskipun ia mengaku tidak tahu bagaimana cara pemerintah menghitung untuk memberikan ketentuan siapa saja dan berapa jumlah warga penerima manfaat.

a�?Terima saja itu sudah bagus,a�? jelasnya.
Ia menjelaskan, pola bantuan konsumtif yang selama ini diberikan pemerintah sebenarnya kurang bagus. Karena, bantuan yang bersifat konsumtif bukannya membuat masyarakat bisa lebih baik malah akan menyebabkan degradasi moral. Mengingat , mental masyarakat untuk berjuang akan berubah menjadi peminta-minta.

a�?Tapi aliran ekonomi kita berbeda dengan barat. Kita selalu terkendala dengan rasa kasihan. Tapi bagus sekarang ada pendamping yang mengawal bantuan itu,a�? jelasnya.

Ali BD mengakui, persoalan kemisikinan di Lotim disebabkan oleh minimnya lapangan kerja dan sedikitnya jumlah wirausaha. Namun ia mengklaim telah melakukan banyak pembangunan yang menyerap lapangan kerja. Misalnya saja pembangunan infrastruktur fisik di Lotim.

a�?Meskipun itu tidak permanen. Sekarang yang perlu kita pikirkan jadi pemerintah yang bagaimana jangka panjangnya itu ya,a�? terangnya.
Ia juga menyinggung masalah kemiskinan yang terjadi di Lotim akibat banyaknya orang kaya yang mencuri. Dalam artian banyak pegawai ataupun orang kaya yang tidak mau membayar zakat. Padahal, di dalam zakat itu ada hak orang miskin dari orang kaya yang harusnya diberikan.

a�?Banyak orang kaya yang mencuri. Itu mereka yang tidak mau bayar zakat. Kalau tidak mau dibilang pencuri ya bayar zakat,a�? cetusnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost