Lombok Post
Metropolis

Dewan Awasi Pembayaran Uang Kerahiman

PEMBANGUNAN DIMULAI: Beberapa orang pekerja membangun Garden Villa Pullman di KEK Mandalika. ITDC FOR LOMBOK POST

MATARAM-Rencana realisasi uang kerahiman kepada warga di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika akan mendapat pengawasan dewan. Mereka akan mengawal agar proses pencairan dana tidak molor lagi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB Yek Agil menyambut positif langkah maju dalam proses pembayaran uang kerahiman. Sebab langkah cepat memang harus diambil agar molor terlalu lama.

a�?Baguslah kalau itu, artinya mereka sudah menunjukkan komitmennya,a�? kata politisi PKS ini.Sebelumnya, tim verifikasi Pemprov NTB sudah menyerahkan 27 nama penerima untuk lahan seluas 26,9 hektare.

Piihak PT ITDC pun baru akan mengajukan ke pusat untuk proses pencairan lebih lanjut. Sementara sisa lahan yang belum klir, ditargetkan April mendatang akan tuntas.

Agil yang juga Sekretaris Pansus Percepatan Mandalika ini mengatakan, sebelumnya PT ITDC beralasan mereka belum bisa membayar.

Karena belum ada daftar penerima dana, dan menunggu hasil verifikasi tim atas lahan yang dobel klaim. Tapi setelah data itu diterima, maka selanjutnya ITDC-lah yang diminta bekerja cepat.

a�?Sekarang bolanya ada di ITDC,a�? kata Agil.

Dalam hal ini, dewan akan mengawal agar rekomendasi dari tim ini bisa segera dilaksanakan, dan proses pembayarannya tidak memakan waktu terlalu lama. Terhadap beberapa lahan yang belum klir, hal itu tetap menjadi tugas tim pemrpov.

Bila sudah selesai mereka segera menyerahkan ke ITDC. a�?Kita akan kawal, bila perlu dalam kunjungan berikutnya itu menjadi tugas kita di pemerintah pusat,a�? katanya.

Sesuai komitmen awal, dewan memberikan batas waktu sampai 30 Juni, semua proses pembayaran sudah harus selesai. Selama itu, dewan tidak hanya menunggu, tapi mereka juga ingin membantu menyelesaikan apa yang menjadi kendala.

a�?Mana yang bisa kami bantu akan kita bantu, sebab semua kita berkepentingan untuk menyukseskan,a�? tandasnya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost