Bima - Dompu

Korban Banjir Masih Hidup di Tenda

KOTA BIMA a�� Pascabencana banjir akhir tahun 2016, ternyata masih ada warga Kota Bima yang hidup di tenda. Rumah mereka hanyut terbawa arus banjir. Mereka adalah warga Kelurahan Penaraga Kota Bima.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), kondisi kehidupan empat kepala keluarga tersebut sungguh memperihatinkan. Mereka tidur di tenda dan hanya beralaskan terpal. Hingga saat ini, belum ada tanda a�� tanda bantuan untuk warga yang berdomisili di RT 08 dan 09 Kelurahan Penaraga itu.

Satu dari empat kepala keluarga (KK) itu adalah Rusdin Abdul Hamid. Dia berharap perhatian dari pemerintah. Dia hidup di tenda bersama tiga KK lainnya membutuhkan rumah sederhana sebagai tempat tinggal. Agar mereka tidak kedinginan dan kepanasan.

a�?Pemerintah sudah turun dan memberikan sejumlah bantuan. Kami saat ini berharap adanya bantuan tempat tinggal. Kasihan anak a�� anak kami harus kedinginan saat malam hari dan kepanasan saat siang hari,a�? katanya.

Sumarni, korban banjir lainnya menyampaikan keinginan yang sama. Sumarni mengaku, saat ini dia hidup bersama anak gadisnya dalam tenda. Diakui Sumarni, saat itu ketinggian air di lingkungannya mencapai dua meter. Rumah panggungnya hanyut terbawa arus.

a�?Rumah dan isi a�� isinya hanyut terbawa arus. Tidak ada yang bisa kami selamatkan,a�? tuturnya.

Sumarni mengaku, sebelumnya pemerintah sudah memberikan sejumlah bantuan. Seperti sembako, terpal, kompor, alat masak dan bantuan lainnya. Namun saat ini ia dengan tiga korban banjir lainnya membutuhkan tempat tinggal.

Diakui Sumarni, sebelumnya pemerintah berjanji membangunkan rumah untuk mereka. Dengan besarnya uang bantuan Rp 40 juta.

a�?Kami butuh rumah. Pemerintah sudah menjanjikan itu, tapi sampai sekarang belum ada kabarnya,a�? pungkasnya. (yet/r4)

Related posts

Polda Angkut Perkara Fiberglass dan BBGRM

Redaksi Lombok post

Polisi Bekuk Sindikat Penjual Emas Palsu

Redaksi Lombok post

Wakil Bupati Bima Ancam Copot Kepala Sekolah Malas

Redaksi Lombok post