Lombok Post
Metropolis

Relokasi Terbentur Anggaran

KAPAN DIRELOKASI : Bangunan lapak PKL di samping jalan Cilinaya ini masih berpotensi menyebabkan banjir, jika tidak segera direlokasi. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM – Rencana pemindahan lapak PKL di sepanjang jalan Cilinaya sampai saat ini belum ada kepastian. Bahkan, terkesan menguap.

Padhal, 33 lapak di kawasan itu dibangun di atas saluran dan melanggar aturan tata ruang. Aturan yang dimaksud tertuang dalam Perda Nomor 12 tahun 2011 tentang Tata Ruang.

Solusi terakhir yang disepakati yakni, dengan menggeser lapak ke arah barat. Sementara saluran akan digeser mendekati tepi jalan Cilinaya.

a�?Bukan sepi, tetapi belum ada anggaran,a�? bantah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Mahmuddin Tura.

Tetapi yang jelas, lanjut Tura, rekomendasi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Petanahan Nasional (ATR/BPR) sudah ada. Hanya saja, Tura menyebut, anggaran yang dibutuhkan untuk menggeser dan membuat saluran baru itu, tidak sedikit.

“Belum ada fulus. (Anggaran) Sekitar Rp 5 miliar,a�? ujarnya.

Rencana penggeseran itu diakui Tura sudah dikonsultasikan dalam bentuk rekomendasi tertulis dari Wali Kota A�Mataram ke kementerian dan sudah mendapat persetujuan. Rekomendasi dari kementerian juga telah terbit.

Tura mengakui, memang ada deadline agar bangunan lapak PKL itu segera direlokasi. Tetapi, setelah menyampaikan persoalannya, kementerian diklaim bisa memahami. a�?Sudah kami usulkan demikian (anggaran dibantu kementerian) tapi nggak ada,a�? terangnya.

Karena itu, Pemkot Mataram tengah mencari solusi pendanaan. Anggaran Rp 5 miliar dinilai cukup besar. Sehingga kemungkinan di APBD Perubahan kecil bisa disetujui.

Tura mengaku telah menyiapkan skema lain yakni dengan meminta pihak ketiga yang mengerjakan. “Kompensasinya, nanti mereka bisa kelola lahan 10 tahun, baru kemudian diserahkan ke kita,a�? ujarnya.

Secara tertulis, rencana ini memang belum ditindak lanjuti. Tetapi ia mengatakan sudah membahasnya dengan sejumlah pemilik modal. Respons positif juga sudah ditunjukan beberapa pengusaha. “Tidak saya sebutkan (siapa pengusahanya), ndak enaklah,a�? tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost