Lombok Post
Selong

Sekdis Dikbud Lotim Dukung Siswa Bawa HP

HANYA BOLEH LAPTOP: Sejumlah siswa saat sedang menggelar simulasi UNBK dengan perangkat komputer jinjing di sekolah beberapa waktu lalu.TONI/LOMBOK POST

SELONG – Polemik larangan siswa membawa telepon genggam (HP) ke sekolah ditanggapi beragam. Sekretaris Dikbud Lotim Jujuk Ferdianto malah menganggap keberadaan HP penting untuk menunjang proses pembelajaran.

a�?Kalau bagi saya pribadi bawa HP ke Sekolah itu tak masalah. Karena banyak aplikasi pembelajaran yang ada di Android bisa dimanfaatkan oleh siswa menunjang proses belajar mengajar,a�? kata dia.

Bagi pria yang memiliki latar belakang pengajar ini, kehadiran teknologi smatrphone justru harus disikapi positif oleh para guru. Bukan sebaliknya, membuat larangan bagi siswa untuk membawa HP. Karena, secara tidak langsung hal itu diniali akan membunuh karakter siswa yang kini sudah mulai tidak bisa terpisahkan dengan teknologi smart phone.

a�?Saya pernah melakukan riset bagaimana keberadaan teknologi ini bisa menunjang proses pembelajaran. Khususnya yang berbasis android. Itu malah jadi tesis saya mengembangkan model pembelajaran menggunakan IT,a�? akunya.

Sebaliknya, Jujuk menyarankan para gurulah yang harus melek teknologi mengikuti perkembangan zaman. Karena, jika menguasai teknologi, para guru akan lebih mudah menguikuti konstruksi penggunaan smatrphone dan penjelajahan dunia digital dalam proses pembelajaran.

Jujuk mencontohkan, ia menggunakan aplikasi digital untuk proses pelaksanaan ulangan bagi siswa. a�?Ada aplikasinya kok itu di website. Banyak juga aplikasi android yang sekarang bisa digunakan untuk proses belajar mengajar. Ini yang harus ditangkap oleh para guru, bukan mematikan kreativitas siswa dengan melarang mereka membawa HP,a�? tegasnya.

Kalaupun kekhawatiran para guru dan orang tua, siswa lebih banyak larut dalam media sosial, menurutnya para guru hanya tinggal mengarahkan saja. Karena, keberadaan media sosial jika diarahkan akan bermanfaat bagi proses pembelajaran.

a�?Kan ada grup-grup di media sosial yang bisa dimanfaatkan oleh siswa untuk berdiskusi. Intinya kita sebagai guru atau tenaga pengajar yang harus mengikuti arus teknologi, memanfaatkannya untuk pengembangan proses pembelajaran,a�? tegasnya.

Meski demikian, Kepala SMAN 1 Masbagik Zainullah mengaku setuju dengan kebijakan Pemerintah Provinsi untuk melarang siswa membawa HP ke sekolah. a�?Karena di sekolah kami sendiri memang aturannya sudah melarang siswa membawa HP dari dulu. Itu sudah tercantum

dalam tata tertib sekolah,a�? kata dia kepada Lombok Post.
Selama proses belajar siswa dilarang membawa HP karena dinilai bisa mengganggu konsentrasi belajar. Dikhawatirkan, saat jam belajar berlangsung, ada siswa yang malah asik SMS-an di bawah kolong meja belajar hingga hanya terpaku pada handphonenya.

a�?Kalau di luar sekolah nggak masalah. Kami hanya nggak ingin, HP ini mengganggu proses belajar,a�? jelasnya.
Terkait pembelajaran menggunakan teknologi, Zainullah menjelaskan bahwa pihak sekolah sudah mencoba mengikuti arus teknologi yang pesat. Salah satunya yakni pembelajaran di sekolah menggunakan laptop.

Dimana, pembelajaran juga menggunakan sistem digital dengan akses internet menggunakan wifi. a�?Kalau menggunakan laptop itu kan terkontrol oleh bapak ibu guru. Kalau menggunakan handphone khawatirnya nanti siswa sembunyi-sembunyi di kolong meja,a�? tandasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost