Lombok Post
Metropolis

Kabar Baik untuk Honorer

MENUNGGU KEBIJAKAN: Sejumlah pegawai Pemkot Mataram saat apel pagi beberapa waktu lalu. Beberapa diantara pegawai ini masih berstatus honorer. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM – Sampai detik ini, informasi CPNS masih sepi. Sekitar 400 honorer di Kota Mataram belum jelas nasibnya. Mereka tercatat sebagai pegawai Honor Daerah (Honda).

Sayangnya, predikat ini belum menjamin dari segi kesejahteraan. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Baiq Neli Kusumawati mengaku sudah berupaya mencari informasi. Namun, sampai saat ini di Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum merilis ada formasi CPNS baru.

“Khusus untuk formasi umum, sampai 2019 memang belum ada,a�? kata Nelly.

Hanya saja, ia mengungkapkan jika beberapa waktu kemarin, bersama Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra, bertolak ke dua kementerian. Antara lain Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan. Langkah ini lanjut Nelly untuk mencari tahu adanya formasi khusus. “Khususnya untuk pelayanan dasar pendidikan dan spesialis,a�? terangnya.

Hasilnya memang belum pasti. Namun, kabar baiknya, para honorer yang bekerja di instansi pendidikan dan kesehatan, diupayakan agar bisa diangkat langsung jadi PNS. Ada beberapa alasan. Diantaranya, Mataram memang kekurangan tenaga guru dan spesialis.

“BKN tidak menangani langsung, karena itu kami berinisiatif mendatangi langsung kementerian,a�? jelasnya.

Data guru dan tenaga spesialis, sudah diberikan langsung ke kemementerian. Tinggal menunggu perkembangan lebih lanjut. Harapanya, seperti honorer K1, tenaga honorer K2 juga bisa diangkat menjadi PNS. Total yang diajukan berkisar 400 pegawai.

“Kita berharap semoga ada kebijakan pemerintah pusat,a�? ujarnya.

Nelly melanjutkan, nasib dari sejumlah tenaga kontrak, terutama guru cukup memprihatinkan. Honor diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Itupun jumlah anggaran yang boleh digunakan terbatas. Sehingga, tidak menjamin kesejahteraan mereka dan keluarganya.

“Awalnya jumlahnya memang sekitar 800 honor, tetapi seiring dengan berpindahnya kewenangan SMA dan sederajat ke provinsi, ya tinggal 400-an,a�? ujarnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Kota Mataram Hj Baiq Evi Ganevia, sempat mendengar kabar jika para honorer itu, menuntut ingin dibuatkan SK. Menyusul tidak ada kepastian kran CPNS dibuka pemerintah pusat. “Iya termasuk guru juga nuntut (di SK-kan),a�? tutur Evi.

Sampai saat ini, tindak lanjut masih diserahkan pada BKPSDM Kota Mataram. Apakah perlu untuk menyiapkan SK atau menunggu kepastian formasi dari kementerian terkait dibuka. Evi juga mengatakan perlu dilakukan evaluasi, kinerja para tenaga honorer.

“Ya perlu dilihat, apakah mereka masih dibutuhkan atau tidak,a�? tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost