Lombok Post
Dialog Jum'at

Komitmen pada Diri Sendiri

TGH Safwan Hakim

Assalaamua��alaikum Wr. Wb.

A�Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Rabbul Alamin, pencipta dan penguasa jagat raya ini, atas semua nikmat dan karunia-Nya, terutama nikmat iman dan Islam. Salawat dan salam kepada Rasulullah SAW, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

Pembaca Rahimakumullah

Salah satu hal yang dapat membawa kerugian kepada kita ialah menunda pekerjaan atau menunda kegiatan apa saja, dengan mengatakan; lagi sebentar, nanti dulu, besok kita kerjakan, atau menyebutkan lamanya untuk yang akan datang; apakah sehari lagi, sepekan lagi, satu bulan lagi dan seterusnya.

Kebiasaan menunda tersebut (padahal kita bisa melakukannya sebelum itu), pasti akan sangat merugikan moral maupun material. Bahkan kerugian tersebut bisa berakibat sangat fatal, seperti keterlambatan kita membawa orangA� yang sakit parah kepada dokter, yang dapat membawa kepada kematian. Begitu juga keterlambatan melunasi pembayaran yang sudah ditetapkan batas akhirnya, yang bisa berdampak pada aspek lainnya.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, perlu adanya komitmen pada diri sendiri secara kuat untuk tidak menunda-nunda pekerjaan. Apa yang dapat dikerjakan sekarang, kita kerjakan sekarang, apa yang kita kerjakan hari ini, kita kerjakan hari ini juga, jangan kita menunda-nunda pekerjaan hari ini sampai besok.

Apa saja pekerjaan yang dapat kita kerjakan hari ini kita selesaikan hari ini juga, begitu pula dengan pekerjaan yang dikerjakan besok, begitu seterusnya, karena setiap waktu itu ada tugasnya masing-masing yang tidak dapat diisi dengan sesuatu di luarnya.

Sebagai umat Islam, kita telah dididik dengan kewajiban salat sehari-hari, di mana kelima salat wajib itu tidak boleh dikacaukan antara waktu yang satu dengan waktu yang lain, seperti waktu salat subuh, zuhur, asar, maghrib dan isyaa��, semuanya sudah terjadwal dengan rapi. Maka jangan sampai ada orang melaksanakan salat subuh pada waktu zuhur, dan melaksanakan salat zuhur pada waktu subuh atau lainnya, pasti akan membawa kepada tidak sahnya salat tersebut dan hanya akan melelahkan saja.

Dalam Islam, waktu itu sangatlah berharga, bahkan lebih berharga dari emas, padahal kita semua mengetahui bahwa emas adalah simbol dari sesuatu yang paling mahal, simbol dari suatu prestasi yang paling tinggi, paling unggul.

Bila seseorang menikah, maka pemberian seorang laki-laki atau suami kepada isterinya adalah dengan memberikannya emas. Juara apapun dalam bidang olah raga, maka hadiah yang akan diberikan bagi juara satu adalah hadiah emas, begitu seterusnya. Namun, sekali lagi, ternyata waktu adalah lebih berharga dari pada emas.

Karenanya, kepada diri saya sendiri dan semua keluarga saya, juga lembaga yang saya pimpin, dan kepada kita semua mulai dari atas sampai bawah, marilah berikhtiar untuk tepat waktu sesuai dengan undangan, sesuai dengan perjanjian, sesuai kesedian waktu yang sudah disiapkan. Kami yakin, dengan belajar tepat waktu, mudah-mudahan segala pekerjaan kita akan sukses, dan kesuksesan adalah harapan dan dambaan setiap orang dimana saja dan kapan saja.

Sementara ini kita melihat realita, bahwa tepat waktu menjadi satu hal yang langka, dan sangat mahal menjadi kenyataan.

Pada waktu ada pertemuan ulama/imam sedunia, pimpinan sidangnya berasal dari Korea Selatan, tanpa ragu untuk memulai sidang walaupun peserta baru datang sekitar 4-5 orang. Ketegasan beliau untuk memulai tepat waktu ternyata efeknya sangat besar, semua peserta menjadi selalu tepat waktu. Demikian contoh sederhana berkomitmen dengan waktu.

Mari mari kita mulai belajar tepat waktu, semoga ketertinggalan kita akan berbalik menjadi kemajuan yang terdepan. Amin. (*/r8)

Berita Lainnya

Nyantri di Ponpes

Redaksi Lombok Post

Selamat Anis-Sandi

Redaksi Lombok Post

Merasa Kurang

Redaksi Lombok post

KH Hasyim Muzadi

Redaksi Lombok post

Pasca-Kunjungan Raja

Redaksi Lombok post

Menjaga Kesucian Alquran

Redaksi Lombok post

Kunjungan Raja Saudi

Redaksi Lombok post

Kriteria dan Hakikat Pemimpin dalam Islam

Redaksi Lombok post

Ikhtiar Tepat Waktu

Redaksi Lombok post