Lombok Post
Metropolis

Warga Mataram Kebal Hoax!

PERINGATAN: Sebuah spanduk yang mengingatkan akan bahaya hoax. Ivan/Lombok Post

MATARAM – Berita-berita menyesatkan makin mudah saja berseliweran di tengah masyarakat. Terbaru, berita terkait penculikan anak yang massif menyebar melalui dunia maya tanpa terverifikasi kebenarannya.

“Beruntung hingga kini tak ada gejolak di Mataram,a�? ujar Asisten I Setda Kota Mataram HL Martawang.

Dia meyakini hal tersebut karena masyarakat Mataram yang sudah kebal hoax. Tingkat pendidikan yang terbilang tinggi untuk ukuran NTB diyakini menjadi modal berharga menangkat isu yang tak diketahui kebenarannya.

Memastikan warga Mataram tetap tenang seperti saat ini, Pemkot mataram lanjutnya juga terus bergerak. Melalui Forum Komunikasi Intelejen Daerah (Forkominda) masyarakat terus diingatkan. Pemberian pemahaman langsung ke tengah masyarakat jadi langkah yang kini dilakukan.

“Kita juga sudah sebar spanduk dan terus sebar info lewat para tokoh masyarakat,a�? sambungnya.

Tak kalah penting, gerakan pemerintah yang cepat. Martawang lantas mencontohkan ketika muncul seseorang yang mengaku tuhan dengan agama baru yang coba disebarkannya.

“Kita respons cepat, sekarang ditangani polisi, masyarakat pun tak bergejolak,a�? ujarnya.

Kadis Kominfo Kota Mataram HL Indra Bangsawan mengatakan berita hoax memang harus diantisipasi serius. Sebagai sumber rujukan informasi, ia menyarankan masyarakat membaca media-media resmi yang sudah terkonfirmasi keabsahannya.

Pemerintah Kota Mataram, lanjutnya, juga terus memberikan berbagai informasi melalui berbagai cara. Yang paling sederhana informasi pemerintahan bisa didapat dari kelurahan terdekat atau baliho yang terpasang resmi.

Ada pula situs resmi yang dipakai pemerintah. a�?Kalau ragu ya tanyakan dulu ke kominfo atau bagian humas, jangan langsung bereaksi pada suatu berita yang belum jelas,a�? pungkasnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost