Lombok Post
Selong

30 Persen Warga Selong Belum Urus E-KTP

????????????????????????????????????

SELONG – Keinginan Kecamatan Selong menjadi Kota madya masih dihadapkan pada sejumlah persoalan. Mulai dari minimnya minat warga melakukan perekaman E-KTP hingga kepedulian masyarakat terhadap kondisi kebersihan lingkungannya seperti saluran drainase.

a�?Kalau untuk E-KTP kami akui memang warga masih banyak yang belum melakukan perekaman. Ini disebabkan banyak warga yang sudah melakukan perekaman, tapi mereka tidak pernah dapat E-KTP,a�? kata Camat Selong Gusti Nyoman Parhan.

Data wajib KTP yang ada di Kecamatan Selong berjumlah 62.549 jiwa. Namun dari jumlah tersebut hampir 30 persen yang belum melakukan perekaman. Untuk itu belum lama ini, atas arahan Disdukcapil Lombok Timur (Lotim) pihak Kecamatan bersama pihak Kelurahan mendorong dan menghimbau warga melakukan perekaman.

a�?Selama 12 hari itu didapat sekitar 1.000 lebih warga yang melakukan perekaman. Jumlah warga yang saat ini masih belum melakukan perekaman sekitar 10.600 jiwa,a�? terang mantan Kabid Perhubungan Darat Dishubkominfo Lotim tersebut.

Sebelumnya, Disdukcapil Lotim menyindir minimnya minat masyarakat melakukan perekaman E-KTP di Kecamatan Selong. Padahal akses warga untuk melakukan perekaman dinilai lebih mudah jika dibandingkan dengan warga di Kecamatan lain.

Minimnya minat warga untuk merekam ini dikhawatirkan akan terus berlanjut menjelang Pilkada. Padahal, keberadaan E-KTP atau Surat Keterangan untuk menyalurkan hak suara hanya bisa didapatkan jika perekaman telah dilakukan.

A�a�?Itu makanya kami diberikan amanah oleh pak Bupati agar perekaman bisa seratus persen jelang Pilkada nanti,a�? terang Azis sekretaris Disdukcapil Lotim.

Kesiapan Kecamatan Selong tidak hanya dilihat dari karakteristik warga yang peduli mengurus surat administrasi kependudukan. Kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar juga dinilai Camat harus menjadi fokus jika ingin menjadi Kotamadya. a�?Saat ini banyak saluran drainase yang mampet akibat ulah warga sendiri. Makanya butuh kepedulian warga Selong kalau ingin Kota Selong benar-benar layak dikatakan Kota,a�? pintanya.

Ia mengaku prihatin ketika hujan mengguyur, sejumlah area yang ada di Selong hampir selalu tergenang banjir. Mulai seperti di jalan samping Terminal Pancor, Taman Rinjani Selong hingga sejumlah titik lainnya. a�?Padahal itu drainasenya sudah dibuat sedemikian rupa dengan fungsi yang telah diperhitungkan. Tapi karena mampet, makanya terjadi banjir,a�? akunya. (ton/r2)

 

Berita Lainnya

P3K Harapan Terakhir Honorer

Redaksi LombokPost

SDM Pelaku Usaha Wisata Masih Rendah

Redaksi LombokPost

Partai Jangan Pasang APK Sembarangan!

Redaksi LombokPost

267 CPNS Lotim Lolos SKB

Redaksi LombokPost

Bencana Tiba, TSBD Tak Bergigi

Redaksi LombokPost

Lotim Siapkan Tim Kewaspadaan Dini di Setiap Kecamatan

Redaksi LombokPost

Pemdes Suela Ingin Kelola Kebun Raya Lemor

Redaksi LombokPost

Pulihkan Trauma Gempa Dengan Pentas Seni

Redaksi LombokPost

Alat Berat Lambat, Hujan Semakin Mengancam

Redaksi LombokPost