Lombok Post
Metropolis

Ada Pasar Tidak Punya APAR

SIAP PAKAI: Salah satu APAR di kantor Pemkot Mataram yang disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana kebakaran. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM – Pesatnya pembangunan membuat tingkat kerawanan kebakaran di Kota Mataram cukup tinggi. Sayangnya fasilitas pengendali kebakaran terbilang masih minim. Termasuk di pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengaku dari 19 pasar tradisional, yang memiliki A�alat pemadam api ringan (APAR) hanya 16 pasar. Artinya, ada 3 pasar yang sama sekali tidak memiliki alat pemadam kebakaran.

a�?Sedangkan hydrant terdapat di 14 pasar,a�? ungkapnya.

Data-data itu sudah diserahkan pada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Selanjutnya nanti akan ditindaklanjuti, berupa pengajuan penyediaan APAR dan sistem hydrant. Sehingga kawasan pasar di Kota Mataram bisa lebih aman dari kebakaran.

a�?APAR dan hydrant ini sangat penting, apalagi di kawasan yang dijadikan tempat berkumpul seperti pasar,a�? ujar Alwan.

Di pasar, api sekecil apapun dapat dengan mudah menjalar. Apalagi, mengingat banyak bangunan semi permanen yang berada di kawasan -pasar. Dengan adanya hydrant ini, Alwan berharap kawasan pasar bisa lebih aman dari ancaman si jago merah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram Ki Agus M Idrus mengakui masih banyak bangunan di kota yang tidak memiliki fasilitas pengendali kebakaran. Seperti penyediaan tangga darurat, APAR A�dan sistem hydrant.

a�?Banyak yang punya APAR yang beku, ternyata tidak bisa digunakan,a�? keluh Agus.

Dia berencana mengecek kembali kondisi APAR di sejumlah gedung, terutama di Kantor Wali Kota Mataram. Lalu melakukan pengisian ulang, sehingga bisa digunakan sewaktu-waktu.

a�?Totalnya ada 20 unit APAR yang ada di kantor Pemkot,a�? terangnya.

Tidak hanya keberadaan alat pemadam, pelatihan penanganan kebakaran dan sistem evakuasi juga mestinya dilakukan secara ruti, bisa setiap bulan atau maksimal tiga bulan sekali.A� Melalui pelatihan ini, para pegawai bisa langsung tanggap terhadap apa yang musti dilakukan jika terjadi kebakaran.

a�?Perusahaan-perusahaan swasta mestinya juga melakkan pelatihan seperti ini,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost

Pemkot Optimis Semua Formasi Terisi

Redaksi LombokPost

Lahan Belum Beres, Pemkot Usulkan Rusunawa Nelayan

Redaksi LombokPost

Bukan Gertak Sambal! Ormas Ancam Turun Tertibkan Tempat Maksiat

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post