Lombok Post
Metropolis

Ahyar Gerah Juga

CONTOH PROYEK MOLOR : Puskesmas Pagesangan adalah salah satu Puskesmas yang pengerjaannya melewati batas waktu yang telah disepakati dalam perjanjian.Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM – Realisasi anggaran butuh waktu panjang sampai akhirnya ada yang dilelang. Mulanya Kepala Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan (APP) Kota Mataram M Suryadi beralasan keterlambatan lelang tidak lepas dari adanya perubahan Organisasi Perangkat Daerah.

Sehingga banyak SKPD harus melakukan penyesuaian anggaran setelah memiliki Kepala Dinas definitif. a�?Ini ada kaitannya dengan OPD baru kemarin,a�? kata Suryadi.

Namun muncul kekhawatiran, proses lelang lambat bisa berdampak pada banyak proyek molor. Seperti yang terjadi dengan beberapa proyek lelang. Salah satunya yakni proyek Puskesmas Pagesangan dan Tanjung Karang. “Saya yakin ndak ada yang molor,a�? yakinnya.

Ia beralasan karena semua proyek nilainya tidak ada yang lebih dari Rp 4 miliar. Eksekusi anggaran pun dipastikan bisa lebih cepat. Tidak harus sampai molor dari waktu yang telah ditentukan. “Kalau poyek jalan lebih (Rp 4 miliar) tetapi biasanya cepat selesai,a�? tandasnya.

Menanggapi itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh meminta APP melakukan pengawasan lebih ketat. Tidak berpangku tangan, melihat ada SKPD yang belum menyerahkan proyek kegiatan tahun anggaran ini.

Ahyar mengaku gerah, sebab di APBD Perubahan 2016 kemarin ternyata ada yang molor pengerjaanya. “Nanti kami evaluasi, jangan sampai terulang lagi,a�? peringat Ahyar.

Dampak dari beberapa proyek molor dikatakan Ahyar tidak hanya memperlambat laju pembangunan kota. Tetapi juga masyarakat tidak bisa menikmati program pemerintah lebih cepat.

Apalagi proyek yang berkenaan dengan fasilitas urgen masyarakat. Seperti tahun kemarin ada Puskesmas harus tuntas tepat waktu. a�?Makanya saya tegaskan betul jangan sampai ada yang terlambat fisik lagi,a�? peringatnya.

Ia berharap pengawasan publik melalui media juga bisa dimaksimalkan pada kerja lelang proyek. Hanya saja saat disampaikan, sulitnya menemui Kabag APP oleh awak media, disamping respon lambat jika dimintai informasi dan data, Ahyar sampai tertawa lebar.

a�?Ia (susah ditemui)? Hahaha..,a�? gelak Ahyar.

Harusnya sebagai pejabat publik, diharapkan bisa memberi data dan Informasi yang akurat dan terbuka. Sehingga pengawasan bisa dilakukan dengan maksimal. Tujuannya, proyek-proyek yang progres lambat bisa digenjot maksimal. Pada akhirnya, masyarakat bisa merasakan hasil pembangunan daerah yag telah direncanakan. (zad/r5)

Berita Lainnya

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost

Pemkot Optimis Semua Formasi Terisi

Redaksi LombokPost

Lahan Belum Beres, Pemkot Usulkan Rusunawa Nelayan

Redaksi LombokPost

Bukan Gertak Sambal! Ormas Ancam Turun Tertibkan Tempat Maksiat

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post