Lombok Post
Metropolis

Masih Jauh dari Target

TUNJUK: Sebuah monitor terpasang di ruang Sekda Kota Mataram. Melalui monitor ini sekda dapat memantau capaian serapan anggaran masing-masing SKPD di Kota Mataram.Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM – Sisa 6 hari lagi, jelang evaluasi triwulan pertama serapan anggaran dan realisasi fisik SKPD di Kota Mataram. Namun, dari monitor e-APP (Administrasi dan Pengendalian Pembangunan), masih banyak SKPD yang serapan anggaran dan realisasi fisiknya sangat rendah.

Di monitor A�e-APP Kota Mataram yang bisa melampaui target minimal 29,67 persen untuk realisasi fisik hanya satu SKPD, A�yakni Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dengan capaian 40,18 persen. Sementara yang paling rendah adalah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) dengan capaian hanya 0,46 persen.

a�?Iya ini kondisi riilnya. Teman-teman media bisa awasi langsung sekarang,a�? kata Sekda Kota Mataram Effendi Eko Saswito.

Sebanyak 8 SKPD lainnya, di antara 29,87 sampai 10 persen. Sisanya sekitar 22 SKPD dengan realisasi fisik di bawah 10 persen. Jumlah yang sangat banyak ini diakui Eko memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun ini, disebutkan lebih banyak SKPD yang tidak mampu capai target. a�?Lebih banyak rendah sekarang,a�? ujarnya.

Karena itu, di awal April nanti, ia berencana mengevaliasi semua SKPD. Tujuannya mencari tahu, apa persoalan yang membuat mereka sulit membelanjakan anggaran yang telah diberikan. a�?Katanya, dari laporan kemarin ada kaitannya dengan penyesuaian anggaran, tapi nanti kita lihat lebih jelasnya,a�? sambungnya.

Di sisa waktu 6 hari, sampai memasuki masa penerapan target realisasi anggaran ti triwulan kedua, Eko berharap ada perubahan. Jika hasilnya tetap mengecewakan, ia berharap segera tahu apa persoalannya. a�?Kita mau tahu kenapa sampai ada SKPD dengan capaian rendah,a�? terangnya.

Eko mengatakan, adanya kemungkinan realisasi fisik akan berubah secara real time setiap hari. Adanya monitor pengawasan ini juga memudahkan dirinya memantau secara real time. Lalu meminta penjelasan pada SKPD teknis, apa yang membuat mereka terlihat sangat lambat progres kerjanya. a�?Kalau wartawan susah cari kabag APP, bisa lihat di sini,a�? kata Eko sembari tersenyum.

Hal ini ia sampaikan, sekaligus menyampaikan harapan agar media bisa ikut mengawal perkembangan serapan anggaran dan realisasi fisik di kota. Sehingga, masyarakat bisa merasakan langsung dampak dari pembangunan pemerintah kali ini.

Soal sanksi, Eko mengaku belum bisa menjawab pasti. Ia ingin melakukan evaluasi menyeluruh terlebih dahulu. Sehingga, apa yang jadi persoalan lebih utuh dilihat. Seperti langkah, terobosan hingga cara mereka bisa mewujudkan target yang telah diberikan. a�?Kita lihat dulu, baru kita cari solusinya,a�? tandasnya.

Untuk diketahui, di triwulan pertama target yang diberikan pada SKPD untuk realisasi keuangan minimal 20 persen. Sedangkan untuk realisasi fisik 29,67 persen. Per Jumat (24/3) A�kemarin, rata-rata keuangan baru 5,69 persen. Sedangkan fisik, 5,68 persen.

Ada sisa yang harus bisa dicapai dalam waktu 6 hari ke depan yakni keuangan 14,31 persen sedangkan fisik 23,99 persen. Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh juga menyampaikan harapannya untuk segera dilakuakan evaluasi menyeluruh. a�?Jangan sampai seperti tahun lalu ada yang sampai molor,a�? kata Ahyar.

Semakin cepat, realisasi fisik dan anggaran terwujud, semakin cepat masyarakat menikmati hasil pembangunan. Inilah yang diinginkan Ahyar, sehingga rancangan pembangunan ke depan jika bisa sesuai target, lebih berkelanjutan. a�?Percepatan pembangunan bisa kita wujudkan untuk kesejahteraan masyarakat,a�? tandasnya. (zad/r3)A�

Berita Lainnya

22.425 E-KTP Rusak Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Bocah-Bocah Pemberani di Jembatan Kuning DADS

Redaksi LombokPost

Pokja Parkir Janji Bakal Tegas!

Redaksi LombokPost

Bergaya Fashionable Bersama Bellagio

Redaksi LombokPost

Pol PP Kecele!

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post