Lombok Post
NASIONAL

Upayakan Upgrade Bus di Madinah

Menag Lukman Hakim Saifuddin. JPG

JAKARTAA�a�� Biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) reguler 2017 secara resmi ditetapkan kemarin (24/3). Rata-rata BPIH 2017 dipatok Rp 34.890.312 per jamaah. Di rapat pamungkas ini, Menag Lukman Hakim Saifuddin masih mengusulkan peningkatan layanan jamaah haji.

Sebelum tanda tangan kesepakatan nominal BPIH 2017, Lukman menyampaikan usulan peningkatan (upgrade) layanan bus di Madinah. Peningkatan layanan ini terkait bus yang melayani jamaah dari bandara Madinah ke hotel dan sebaliknya. Dia mengungkapkan upgrade ini membutuhkan anggaran 20 riyal per jamaah atau sekitar Rp 7 miliar untuk seluruh jamaah haji.

Lukman menjelaskan anggaran upgrade bus di Madinah itu bisa diambilkan dari dana cadangan atau safe guarding. Sehingga kalaupun usulan ini disetujui parlemen, tidak sampai mengubah nominal BPIH 2017 yang dibebankan kepada jamaah.

Menurut Lukman ada banyak manfaat yang didapat jamaah ketika bus di Madinah itu bisa ditingkatkan kualitasnya. a��a��Peningkatan kualitas ini khususnya pada bagasi bus,a��a�� jelasnya. Dengan armada bus yang dilengkapi bagasi memadai, koper jamaah bisa diangkut sekalian. Sehingga ketika sampai di hotel, jamaah tidak perlu menunggu kedatangan mobil pembawa koper.

Pun demikian ketika rute perjalanan dari hotel menuju bandara Madinah. Kedatangan jamaah bersamaan dengan tentengan itu bisa menghemat waktu jelang penerbangan pulang ke tanah air. Sebab, begitu turun dari bus, jamaah dan kopernya bisa langsung masuk ke bandara.

Terkait dengan besaran BPIH 2017, Lukman menyatakan angkanya sudah rasional. Meskipun dibandingkan dengan BPIH 2016 lebih mahal Rp 249 ribu, namun banyak sekali peningkatan layanan yang nanti akan diperoleh jamaah. Seperti penambahan makan di Makkah dari 18 kali menjadi 25 kali. Kemudian tenda di Arafah yang diperbaiki serta dilengkapi water cooler.

Ketua Komisi VIII Ali Taher Parasong mengatakan Kemenag tidak perlu khawatir terkait usulan upgrade bus di Madinah itu. a��a��Dengan kebutuhan anggaran Rp 7 miliar, bisa menggunakan dana safe guarding,a��a�� jelasnya. Tahun ini alokasi dana darurat itu mencapai Rp 40 miliar.

Ali Taher mengatakan dana darurat itu bisa dimanfaatkan untuk sejumlah keperluan mendesak. Di antaranya adalah selisih kurs Rupiah terhadap mata uang asing (dolar dan riyal). Selain itu juga untuk antisipasi kemungkinan biaya tak terduka yang terkait langsung dengan pelayanan jamaah haji.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mujahid menambahkan, ada sejumlah alasan mengapa biaya haji pada 2017 naik dan tidak turun seperti sebelumnya. Menurut Sodik, sejak 2015, DPR sudah bertekad menyusun dan menetapkan kerangka dan standar dasar BPIH, baik dari kegiatan, volume, dan harga satuan. a�?Dalam misi ini, banyak kegiatan, jumlah dan satuan yang tergerus,a�? kata Sodik.

Setelah standar ditetapkan pada tahun 2015, maka DPR melangkah pada upaya peningkatan mutu pelayanan haji yang signifikan. Sodik menyatakan, dalam kerangka ini DPR berupaya memperjuangkan agar angkat BPIH 2017 maksimum sama dengan 2016, meskipun akhirnya disepakati kenaikan sebesar Rp 250 ribu.

a�?Akhirnya disepakati angka tersebut dengan catatan peningkatan mutu pelayanan ibadah haji,a�? kata Sodik.

Sodik menyebut, BPIH 2017 bisa disebut dengan biaya untuk mutu tinggi pelayanan jamaah haji Indonesia. Beberapa elemen pelayanan dasar ditingkatkan sepertiA�jumlah makan di Makkah, harga makan di Armina, frekuensi makan dan minum di bandara, makan dan minum di setiap kedatangan dan keberangkatan, perbaikan semua tenda yang sudah dipakai puluhan tahun, penambahan AC di Armina, upgrade bus luar kota, penambahan jumlah armada bus dan frekuensi bus maktab masjid, jarak dan kualitas pondokan, posko keamananan di jalur jumroh, ruang konsolidasi jamaah di bandara, penambahan anggaran manasik, dan masih banyak hal lainnya.

a�?Kepada jamaah selain dipersilakan menikmati layanan tersebut, juga diminta sekaligus mengawasi mutu pelayanan dengan menyanpaikan laporan kepada kami,a�? tandasnya. (wan/bay/JPG/r8)

Berita Lainnya

Lion Air JT 610 Bermasalah di Bali, Jatuh di Karawang

Redaksi LombokPost

16 Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS

Redaksi Lombok Post

Jokowi Beri Sinyal Subsidi BPJS Kesehatan

Redaksi LombokPost

Tes CPNS Baru untuk Instansi Pusat

Redaksi LombokPost

Pendaftar CPNS Segera Lapor Dukcapil Kalau Data NIK Tidak Muncul Saat Daftar

Redaksi Lombok Post

Separo Kuota CPNS untuk Pendidik

Redaksi Lombok Post

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Redaksi Lombok Post

Tiga Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Busana Adat Warnai Peringatan HUT RI di Istana

Redaksi Lombok Post