Lombok Post
Headline Metropolis

Waspada !!! Enam Jenis Bencana Intai Mataram

BANJIR INTAI KOTA: Kawasan Sekarbela yang banjir beberapa waktu lalu, masih berpotensi terjadi lagi, jika pemerintah tidak menyiapkan langkah penanganan dini. DOK/Lombok Post

MATARAMA�– Daerah ini punya pekerjaan rumah sangat besar. Yakni, persoalan potensi bencana di daerah. Sebab, sedikitnya ada enam bencana yang berpotensi terjadi di Mataram.

Untungnya, Pemkot Mataram sejauh ini tidak mau berpangku tangan. Berbagai langkah pencegahan terus ditempuh. Dari penanganan yang sifatnya taktis sampai penyiapan rencana jangka panjang.

“Kami melihat Pemkot Mataram dalam tiga tahun terakhir sudah berupaya maksimal,a�? kata Province Leader Strengthened Indonesian Resilience Reducing Risk to Disasters (StIRRRD) NTB Esti Anantasari.

Akademisi dari UGM Yogyakarta ini mengatakan, Kota Mataram layak mendapat penghargaan dalam upaya peningkatan ketangguhan terhadap bencana. Ini ditunjukan dengan adanya itikad baik pemerintah daerah, mengupayakan agar program StIRRRD selama tiga tahun bisa berjalan.

“Dari 10 kabupaten dan kota di Indonesia yang dapat program serupa, tidak semua memperoleh capaian baik seperti Kota Mataram,a�? pujinya.

Ia berjanji ke depan akan terus mendampingi pemerintah kota, berjuang membuat kondisi daerah lebih aman lagi. Terutama jika ada ancaman bencana menerjang.

Ia menyebut ini hanya bisa tercapai dengan gerakan kolektif dari semua SKPD. “Bukan kerja BPBD saja, tapi bersama dengan banyak pihak lain,a�? ucapnya.

Penghargaan dari tim StIRRRD atau tim Penguatan Ketangguhan Indonesia, menunjukan ketangguhan Mataram dalam mengurangi risiko bencana.

Perwakilan GNS Science New Zealand Nico Fournier menyebut rencana aksi perlu dipersiapkan. Sehingga Mataram semakin tangguh, pada efek ancaman bencana daerah. Ia berharap tidak hanya BPBD yang terlibat, tetapi semua SKPD teknis.

“Supaya masyarakat Mataram bisa bertahan bila suatu saat terjadi bencana,a�? ujar Nico dalam bahasa Inggris.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh enggan jumawa dengan pengharaan itu. Ia lebih memilih mengevaluasi kinerja daerah, dalam penanggulangan bencana. a�?Kita punya risiko enam dari 10 jenis bencana yang patut diwaspadai,a�? ujar Ahyar.

Keenam jenis bencana itu antara lain, banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran pemukiman, gelombang pantai, abrasi, serta konflik sosial. Dari segi geografis, Mataram berada di sisi paling Selatan Indonesia. Dekat dengan pinggir lempeng Asia. “Di sini risiko terjadinya bencana memang besar,a�? ungkapnya.

Namun ia berjanji pemerintah tidak akan berpangku tangan. Langkah-langkah meminimalisir dampak dan pencegahan kerugian lebih besar akan diupayakan.

Jika ada tanda-tanda bencana, secepat mungkin melakukan pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan. a�?Kami ingin pastikan pemerintah hadir dalam hal ini,a�? tegasnya.

Untungnya, lanjut dia, bencana di Mataram belum masuk dalam skala besar. Abrasi yang terjadi misanya, lebih karena gelombang pasang angin barat dari Laut China Selatan. Sementara banjir, dikarenakan posisi Mataram yang berada di hulu.

“Sudah saya sampaikan sebelumnya, akan buat waduk untuk mengendalikan limpahan air di sungai unus,a�? terangnya.

Pemasangan jetty atau pemecah gelombang juga segera akan diupayakan. Yakni di lima titik muara sungai. “Iya termasuk hydrant sangat penting, untuk mengamankan pasar-pasar kita dari bencana kebakaran,a�? tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost