Lombok Post
Dialog Jum'at

Merasa Kurang

TGH Safwan Hakim

Assalaamua��alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Rabbul Alamin, pencipta dan penguasa jagat raya ini, atas semua nikmat dan karuniaNYa, terutama sekali nikmat iman dan islam. Selawat dan salam kepada Rasulullah saw, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

Pembaca Rahimakumullah

Salah satu rahasia sukses dalam hidup ini ialah merasa kekurangan, merasa diri kurang, dan lemah. Pada hakikatnya adalah suatu kekuatan besar dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap segala usaha yang dilakukannya, baik berkaitan dengan keilmuan, kegiatan ekonomi, pendidikan atau lainnya.

Kesadaran akan kelemahan diri itu akan dapat mendorongnya untuk berusaha menutupi kekurangan tersebut dengan sungguh-sungguh, mengingat hal itu menjadi kebutuhannya yang tidak dapat diabaikan, karena akan menyangkut hidup dan matinya.

Apabila telah berkaitan dengan hidup dan mati, seseorang secara naluri akan mati-matian untuk mempertahankannya dengan segala daya yang dia miliki. Selain hal tersebut, merasa diri lemah itu akan menumbuhkan keimanan kita akan kekuatan dan kebesaran Allah swt.

Tumbuhnya perasaan itu akan mendorong diri kita untuk lebih banyak berbuat taat kepada Allah yang merupakan wujud taqwa kepada-Nya. Dan ketaqwaan yang muncul setiap saat tersebut akan dapat menjaga seseorang dari segala bentuk penyimpangan atau kemaksiatan secara ketat, dan dengan demikian lahirlah pribadi-pribadi yang unggul dan berkualitas.

Orang-orang inilah yang dapat melahirkan hasil dan prestasi yang unggul dalam segala bidang. Realitas menggambarkan kepada kita sepanjang sejarah kapan saja dan dimana saja, bahwa munculnya kebaikan, kemajuan, dan prestasi yang gemilang adalah karena adanya orang-orang unggul dibelakangnya, baik yang nampak secara nyata atau keberadaannya di balik layar.

Keberadaan orang-orang tersebut ada yang tidak keberatan untuk dikenal orang ke permukaan, tapi ada pula yang tidak ingin diketahui oleh orang banyak. Sehingga publik sama sekali tidak mengetahui jati dirinya. Adapun sebab-sebab dari tidak munculnya jati diri orang tersebut antara lain karena didorong oleh keyakinan agamanya yang ingin berbuat semata-mata karena Allah, cukuplah Allah yang mengetahui-Nya dan meridhai-Nya. Dia tidak membutuhkan penilaian manusia, karena penilian manusia itu sangatlah relatif, berbeda dengan penilaian Allah swt yang bersifat mutlak dan tidak dapat dikoreksi oleh siapapun juga.

Ada yang berpendapat bahwa dirinya tidak perlu dipublikasikan, karena masyarakat sudah mengenal hasil kerja dan kualitasnya tanpa diberitahukan, namun orang-orang sudah mengetahuinya. Ada juga orang yang tidak inigin diketahui orang banyak, mengingat untuk promosi itu memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga akan dapat menghabiskan dana yang tidak sedikit, padahal penghasilannya belum tentu seimbang dengan biayanya.

Pembaca Rahimakumulllah

Apapun alasan orang untuk tidak dikenal orang lain, yang paling penting adalah kita selalu berbuat baik di mata Allah dan manusia, dan dapat mengambil faedah sekecil apapun, lebih-lebih apabila manfaat tersebut dirasakan besar dan meluas kemana-mana. Semoga kita terus dalam kebaikan dan tetap berbuat baik sampai mati. Amin. (r8)

Berita Lainnya

Nyantri di Ponpes

Redaksi Lombok Post

Selamat Anis-Sandi

Redaksi Lombok Post

Komitmen pada Diri Sendiri

Redaksi Lombok post

KH Hasyim Muzadi

Redaksi Lombok post

Pasca-Kunjungan Raja

Redaksi Lombok post

Menjaga Kesucian Alquran

Redaksi Lombok post

Kunjungan Raja Saudi

Redaksi Lombok post

Kriteria dan Hakikat Pemimpin dalam Islam

Redaksi Lombok post

Ikhtiar Tepat Waktu

Redaksi Lombok post