Metropolis

Dinas LKH Usir Pemilik Sertifikat

MATARAMA�– Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB Madani Mukarom mengaku tidak akan kompromi lagi dalam kasus Hutan Sekaroh. Ia mengaku telah mengusir para pihak yang mengklaim lahan hutan sebagai milik pribadinya.

Saat ini ia sudah menempatkan polisi hutan untuk menjaga kawasan tersebut. a�?Sekarang sudah saya usir semua yang mengaku pemilik-pemilik itu, kita kawal sama KPH,a�? tegasnya, kemarin (31/3).

Madani menegaskan, negara melalui Kementerian Kehutanan secara tegas menyatakan kawasan seluas 2.834,38 hektare adalah kawasan hutan, maka tidak boleh ada pihak yang mengklaim tanah negara sebagai milik pribadinya.

Meski proses hukum sedang berjalan di Kejaksaan Negeri Selong, Lombok Timur, ia tidak akan menunggu Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menghapus sertifikat tersebut.

a�?Ditandatangani menteri, sah itu tanah negara, saya sebagai aparat harus menyakini keputusan lembaga negara,a�? ujarnya.Saat ini, Dinas LHK sudah menempatkan petugas khusus yang dibantu warga berjaga-jaga di kawasan hutan.

Mereka patroli setiap hari agar tidak ada lagi pihak-pihak yang mencaplok tanah hutan. Pihaknya akan menghalau semua pihak yang mengkalim punya sertifikat.

Jumlah petugas KPH yang diterjunkan setiap hari 7 orang dan dibantu PT ESL. Sebelumnya, ia juga sudah memanggil perusahaan-perusahaan yang akan beroperasi di lokasi tersebut untuk sama-sama mengelola kawasan itu. a�?Saya tidak main-main dalam hal ini,a�? katanya.

Ia menegaskan, pemerintah meminta agar pihak investor segera beroperasi di kawasan tersebut untuk melakukan pembangunan. Dengan kondisi saat ini, tidak ada lagi alasan pengusaha untuk tidak memulai melakukan pembangunan.

Tugas Dinas LHK dalam hal ini adalah mengawal agar para investor juga tidak merusak lingkungan. a�?Mereka berinvestasi tapi jangan rusak lingkungan, kita kawal,a�? ujarnya. (ili/r7)

Related posts

Film D.P.O. Bikin Gak Berkedip!

Redaksi Lombok post

Sebelum Berbuka, Asyiknya Main Gasing

Iklan Lombok Post

Catat Bu, ASI Itu Penting Lho!

Redaksi Lombok Post