Lombok Post
Kriminal

Kasus CPNS K2 Dompu, Ini Janji Kapolda

BRIGJEN POL FIRLI, Kapolda NTB. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Penyidik Polda NTB bergerak cepat menyusul rampungnya perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) kasus dugaan korupsi penerimaan CPNS melalui jalur honorer kategori dua (K2) di A�Dompu. Penyidik segera meminta keterangan saksi ahli, guna memperkuat unsur dugaan korupsi.

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli mengatakan, selesainya PKKN dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB, membuat proses penanganannya berlanjut.

A�a�?Karena itu sudah selesai, kewajiban polisi untuk melakukan penyidikan lebih lanjut,a�? kata Firli, kemarin (31/3).

Dalam lanjutan penyidikan itu, penyidik segera meminta keterangan saksi, untuk pro justitia. Saksi yang akan dipanggil, bisa berasal dari setiap orang yang mengetahui adanya dugaan korupsi pada proses pengangkatan CPNS K2 Dompu.

Firli mengatakan, untuk penyidikan lanjutan ini tentu tidak mudah. Tetapi dia tetap optimis jajarannya bisa menyelesaikan perkara yang juga menjadi atensi Kapolri ini.

a�?Masih panjang pekerjaan ini. Tapi yang pasti, mau lama atau tidak, ini harus selesai,a�? tegas Firli.

Saat disinggung mengenai jumlah kerugian negara, Firli enggan membeberkannya. Pihaknya akan mempelajari lebih dulu dokumen PKKN dari BPKP NTB, untuk kemudian melakukan gelar.

a�?Angkanya ada di krimsus (Ditreskrimus, Red). Tapi itu nanti dulu,a�? ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BPKP NTB Bonardo Hutauruk menyebut pihaknya telah menyerahkan hasil PKKN kepada penyidik Polda NTB. Dalam laporan PKKN itu, Bonardo mengatakan adanya dugaan selisih antara mereka yang saat menjadi honorer dan ketika menjadi CPNS. Selisih tersebut berkaitan dengan apa-apa yang diterima para honorer tersebut saat diangkat menjadi CPNS.

Hanya saja, terkait jumlah pasti hasil PKKN, Bonardo enggan membeberkan lebih detail. Kewenangan untuk memberikan berapa jumlah PKKN, diserahkan ke aparat penegak hukum.

a�?Jumlahnya tidak boleh kami sebutkan sekarang, itu nanti di ujung proses perkara ini,a�? katanya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost