Lombok Post
Metropolis

Semangat Perjuangan Kebangsaan Dituangkan dalam Lagu dan Karya Tulis

Kiprah TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, Ulama dan Pejuang Kemerdekaan Asal NTB (11-Habis) DOKUMENTASI KELUARGA MAULANASYEIKH TGKH M Zainuddin Abdul Madjid

Semangat perjuangan dan nasionalisme diwujudkan TGKH M Zainuddin Abdul Madjid dalam berbagai cara. Mulai dari perjuangan fisik melawan penjajahan, mengembangkan lembaga pendidikan untuk mencerdaskan masyarakat, hingga membantu kaum fakir miskin dengan mendirikan panti asuhan. Tapi sebagai ulama dan kaum intelektual, TGKH M Zainuddin Abdul Madjid juga mampu menuangkan semangat perjuangan itu melalui karya-karya tulisnya.A�A�

***

Ulama yang juga dikenal dengan nama Kiai Hamzanwadi ini telah mengarang banyak lagu dan karya tulis. Karya-karya yang kental dengan nilai Islam dan nasionalisme itu hingga kini masih bisa dinikmati sebagai renungan kebangsaan.

Dr H Muslihun Muslim dalam tulisannya mengatakan, Maulanasyeikh telah menulis banyak lagu-lagu perjuangan yang cukup banyak. Baik yang dikarang pada masa perjuangan merebut kemerdekaan maupun setelah merdeka.

Seperti lagu Kami Benih Nahdlatul Wathan, Tujuh Belas Tahun UmurA� Nahdlatul WathanA� dan sebagainya.

Ia mengatakan, lagu-lagu tersebut sebagain besar bertemakan perjuangan untuk memantik semangat mengisi kemerdekaan yang ditulis pada masa 1950 hingga 1970-an.

Salah satu lagu yakni Rempun Bambu atau Bambu Runcing yang ditulis menjelang penyerangan tangki NICA tahun 1946. Sementara lagu-lagu perjuangan tanah air seperti Ya Fata Sasak (wahai pemuda sasak), mars NS Ahlan bi Wafadi al-Zairin dan Tanawwar.

Dalam lagu Ya Fata Sasak, TGKH M Zainuddin Abdul Madjid memberikan penekanan khusus bagaimana orang Sasak Lombok sebagai bagian dari NKRI. Lagu ini diajarkan langsung Maulanasyeikh kepada para muridnya di Ma’had Darul Quran Wal Hadist NW Pancor.

Lagu ini sebagai penegak perjuangan pantang menyerah dengan meneladani kepemimpinan Khalid bin Walid yang merupakan panglima perang di zaman Nabi Muhammad SAW.

Selain memantik semangat perjuangan merebut kemerdekaan, lagu-lagu yang dikarangnya juga mengajak masyarakat untuk giat menuntut ilmu hingga perguruan tinggi. Pemikiran-pemikirannya tentang pendidikan dituangkan dalam lagu, seperti lagu Pacu Gamaq.

Lagu ini menegaskan pentingnya pendidikan, menutut ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum agar selamat dalam hidup. Hidup tanpa agama dunia ini tidak akan berarti, sebab kehidupan dunia tidak akan kekal. Harta benda yang dimiliki tidak akan berarti apa-apa tanpa ilmu.

Untuk itu, dalam lagu ini Maulanasyeikh mengajak murid-muridnya agar lebih giat salat, mengaji agar masuk surga. Demikian juga dengan lagu Beguru Agama mengajak masyarakat untuk lebih giat berlajar ilmu agama.

Semangat kebangsaan dan cinta tanah air juga dituangkan dalam Hizib Nahdlatul Wathan. Hal ini dapat ditemui dalam beberapa kutipan kitab itu sendiri. Pertama, dalam pengantar penghimpunan Hizib.

TGKH M Zainuddin Abdul Madjid mengungkapkan bahwa dalam menumbuhkan semangat kebangsaan membela tanah air, segala cara sudah dilakukan, baik ikhtiar secara langsung melakukan penyerangan, bahkan dengan doa Hizib NW yang selalu diamalkan dalam rangka menangkis kebiadaban penjajah.

Ia menjadi aktor intelektul dalam upaya-upaya penyerangan terhadap Belanda. Di dalam hizib juga disebutkan kata mencintai agama dan bangsanya. IniA� jelas menunjukkan bahwa NW berjuang untuk keselamatan agama dan negara.A� (SIRTUPILLAILI/r7)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost