Lombok Post
Metropolis

23 Manusia Super Unjuk Gigi

DIGEBER HARI INI: Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal (tengah) menggelar jumpa pers didampingi Kepala Dispora NTB Hj Husnanidiaty dan Ketua KONI NTB Andy Hadianto terkait event Tambora Challenge, kemarin (4/4). HARLI/LOMBOK POST

MATARAMA�– Hari ini, sebanyak 23 manusia super di Indonesia akan mulai unjuk gigi. Mereka akan menaklukkan lintasan lari sepanjang 320 kilometer yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Pesona Tambora 2017.

Lomba lari bertajuk Tambora Challenge tersebut akan dimulai hari ini dengan mengambil start di Desa Mantar, Sumbawa Barat. Para peserta akan terus berlari tanpa henti selama tiga hari dua malam, sampai finis nanti di Doro Ncanga, di kaki Gunung Tambora yang menjadi pusat perayaan Festival Pesona Tambora 2017.

Para peserta yang ambil bagian dari lomba lari yang masuk kategori ultra marathon ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuh di antaranya adalah pelari perempuan. Seorang di antaranya adalah Novita Wulandari, berasal dari Bandung dan saat ini berusia 40 tahun. Ajang ini dimanfaatkan Novita sebagai ajang pemanasan sebelum mengikuti lari ultra marathon dengan jarak tempuh ratusan kilometer juga di Prancis.

Peserta termuda yang ambil bagian termuda dengan usia 24 tahun atas nama Abdul Azis Dermawan dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Sementara peserta tertua ada yang sudah berusia 56 tahun atas nama Gatot Sudaryono dari Surabaya, Jawa Timur dan Mak Del dari Padang, Sumatera Barat. a�?Jumlah yang ikut tahun ini jauh lebih banyak dibanding event Festival Pesona Tambora tahun lalu,a�? kata Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal dalam keterangan pers di kantornya kemarin. Tahun 2015, peserta yang ikut hanya 15 orang.

Para atlet yang ambil bagian dalam lomba ini sudah akrab dengan sejumlah lomba lari tak biasa di NTB. Vernando Hutagaol misalnya, pernah ambil bagian dalam Lombok Ultra Triathlon. a�?Dia renang di pantai Kuta Lombok Tengah sejauh 6,5 kilometer, dilanjutkan bersepeda sejauh 300 kilometer, terkahir berlari ke Gunung Rinjani 52 kilometer,a��a�� terangnya.

Faozal menjelaskan, lomba lari ini nyaris tanpa istirahat. Pada malam hari, para atlet pun masih akan terus berlari. Istirahat sejenak hanya untuk kepentingan memenuhi asupan tubuh. Selebihnya mereka akan terus berlari dalam batasan waktu yang telah ditetapkan panitia.

Saat finish nanti, para atlet ini akan disambut Bupati Dompu H Bambang M Yasin dan 1.500 komunitas trabas yang akan menggelar event trail yang juga merupakan bagian dari Festival Pesona Tambora 2017.

Tour de Lombok

Sementara itu, event balap sepeda Tour de Lombok Mandalika tinggal delapan hari lagi. Persiapan event ini sudah 95 persen.

Faozal mengatakan, terakhir pihaknya telah koordinasi dengan Polda NTB untuk menentukan jumlah personel yang akan diturunkan. “Kalau dari kapolda sih maunya rute yang dilalui oleh peserta ditutup total selama pelaksanaan. Namun itu masih dipertimbangkan,” tuturnya.

Faozal mengatakan, saat ini masih dilakukan pengecekanA�rute etape ketiga, dari Kuta Mandalika di Lombok Tengah ke Sembalun di Lombok Timur.

Dari pengecekan terakhir, diketahui ada beberapa jalur yang masih tertutup bekas longsor, yakni di wilayah Sekotong sampai di Sepi, Lombok Barat. Saat ini, Balai Jalan sedang membersihkannya. “Pembersihan ditargetkan selesai dua hari kedepan,” katanya.

Ditambahkan,A� pada pelaksanaannya nanti, panitia menyiapkan mini hospital di empatA� titik rute yang akan dilalui. “Kami pun sudah persiapkan dokter doping untuk melakukan tes kesehatan bagi para peserta,” beber Faozal.

Total ada 22 tim dari 20 negara yang mengikuti event ini. Di antaranya dari Singapura, Malaysia, Thailand, Laos, Jepang, Kazakshtan, Kuwait, Swiss, Belanda, Jerman, Italia, Denmark, Australia, Kolombia, Spanyol, Korea Selatan, Uzbekistan, Cina, dan Filipina. “Tiap tim ada lima pembalap,” jelasnya.A� (arl/r1/r8)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost