Lombok Post
Metropolis

Lurah: Ibnu Hiban Bukan Gizi Buruk

Karang Pule H Taufiqurrahman Ferial/Lombok Post

MATARAMA�– Lurah Karang Pule H Taufiqurrahman mengklaim Ibnu Hiban (14), warga Lingkungan Pande Besi, Kelurahan Karang Pule bukanlah kasus gizi buruk. Tapi, warganya itu menjadi korban tercemarnya lingkungan akibat limbah bahan kimia merkuri pembuatan emas.

“Saya curiganya, itu akibat dari lingkungan tempat tinggal anak tersebut,a�? ujarnya, kemarin (4/4).

Ia menuturkan, Hiban tinggal di wilayah yang terdapat banyak perajin emas. Para perajin tersebut menggunakan merkuri sebagai bahan campuran untuk pembuatan perhiasan emas.

Sisa merkuri tersebut dibuang ke sungai dan sebagian lagi ditanam. Hal ini diyakini memberikan pengaruh terhadap kasus yang menimpa Ibnu Hiban. “Meski ditanam tapi pasti akan berpengaruh terhadap kehidupan manusia,a�? tukasnya.

Ia menambahkan, kasus Ibnu Hiban bukanlah yang pertama. Sebelumnya juga pernah menimpa salah satu warga lainnya di lingkungan yang sama, yakni Zagi Ramdani (17 tahun).

Namun kasus ini tidak dipublikasikan karena si penderita telah meninggal dunia. “Zagi ini meninggal Senin lalu,a�? ungkapnya.

Kasus Zagi serupa dengan Ibnu Hiban. Hanya saja Zagi mulai mengalami penyakit tersebut sejak berusia empat tahun. Sementara Ibnu Hiban pada usia dua tahun.

Perbedaannya, Zagi menunjukkan perkembangan, sementara Ibnu Hiban mengalami kelumpuhan. “Sekali lagi ini bukan gizi buruk. Kalau pun benar, tidak akan mungkin bisa bertahan hingga belasan tahun,a�? tegasnya.

Ia curiga, Zagi dan Hiban mengalami cacat bawaan akibat dampak pencemaran lingkungan. Bahan kimia yang digunakan warga memberikan dampak buruk bagi perkembangan anak tersebut.

“Merkuri kemungkinan mencemari tanah, bahkan kemungkinan air yang digunakan warga,a�? jelasnya.

Sementara terkait perkembangan Ibnu Hiban, Taufiq mengaku tetap mengontrol melalui kader kelurahan. Pihaknya juga akan mengupayakan agar Hiban bisa mendapat penanganan medis yang baik di Puskesmas Karang Pule.

Sementara itu, Rosinah salah satu warga lingkungan Pande Besi mengatakan, jika Ibnu Hiban menderita penyakit tersebut sejak kecil.

Keluarga Ibnu Hiban pun hanya mampu mengobati anaknya di Puskesmas Karang Pule. Hal ini dikarenakan keterbatasan biaya. “Sudah dari kecil tidak bisa jalan,a�? akunya.

Selain itu, ia juga membenarkan jika sebelumnya ada warga yang menderita penyakit serupa dan telah meninggal dunia. Warga tersebut bahkan lebih miris, karena berasal dari keluarga broken home.

“Dia dibawa ke sana ke mari sampai-sampai di panggil Ruslan (nama orang tua, Red) oper,a�? tandasnya. (fer/r5)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost