Lombok Post
Headline Selong

Piala Adipura Tinggal Kenangan

TINGGAL CERITA: Tugu Adipura yang masih berdiri tegak di dekat Pertamina Jalan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid. TONI/LOMBOK POST

SELONG-Adipura hanya tinggal kenangan bagi Lombok Timur (Lotim). Kondisi drainase yang buruk, sampah yang berterbaran di pasar dan di sungai membuat Lotim hanya bisa bermimpi untuk kembali meraih piala adipura.

a�?Terakhir dapat itu sekitar tahun 2010,a�? kata Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (LHK) Lotim Mulki.

Sejak tahun 2010 itu, Lotim tak pernah lagi A�Meraih penghargaan bagi KotaA�di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Kondisi pola hidup masyarakat dan tata kelola kebersihan menjadi pemicu gagalnya Gumi Selaparang meraih piala Adipura.

Kepedulian masyarakat akan sampah serta keseriusan pemerintah untuk tata kelola kota yang baik membuat Lotim terus tertinggal. Bahkan setiap kali hujan deras mengguyur, sejumlah titik di wilayah Lotim diterjang bencana banjir. Mulai dari wilayah pedesaan, wilayah pinggiran hingga wilayah perkotaan sekalipun.

Namun demikian, Mulki menjelaskan ada dua alasan Lotim selalu gagal meraih piala Adipura.

A�a�?Yang pertama ini terkendala akibat kebersihan pasar dan kedua kebersihan sungai,a�? ungkapnya.

Kondisi sejumlah pasar yang ada di Lotim saat ini sangat memprihatinkan. Meski beberapa pasar baru telah di bangun, namun kebersihannya tak pernah diperhatikan. Sampah berserakan dimana-mana sehingga menyebabkan kondisi pasar kembali terlihat kumuh.

Selain itu, sungai yang ada di Lotim kini berubah fungsi. Sungai yang harusnya menjadi saluran drainase hingga mengalirkan air ke laut kini menjadi tong sampah raksasa bagi warga Lotim. Sebagian besar masyarakat membuang sampah ke sungai. Hal ini juga yang sempat membuat Bupati Lotim Ali BD geram dengan tingkah laku masyarakat seperti ini.

a�?Mulai dari Masbagik, Pancor hingga masyarakat Selong banyak yang membuang sampah di sungai. Camat dan Lurah harus ikut bertanggung jawab atas tingkah laku masyarakat seperti ini,a�? kata Bupati Ali BD beberapa waktu lalu.

Keterbatasan armada pengangkut kebersihan juga menjadi salah satu faktor. Jumlah sampah yang dihasilkan di Lotim saat ini tidak sebanding dengan kendaraan pengankut sampah. Alhasil, sampah yang bisa diangkut dan dibuang ke TPA Ijobalit hanya sampah yang ada di wilayah perkotaan Selong, Labuhan Haji, Masbagik dan Sakra.

Kini, melalui Dinas LHK Lotim, pemerintah berupaya menata Kota Selong yang menjadi ikon Lombok Timur. Anggaran sebesar Rp 5 miliar telah disiapkan untuk merevitalisasi Taman Rinjani Selong. Pengerjaan fisik proyek revitalisasi ini diperkirakan sudah mulai dilakukan akhir April mendatang. (ton/r4)

A�

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost