Lombok Post
Kriminal

Sempat Alot, Kejati Akhirnya Melunak

GUGAT KEJATI: Perwakilan jaksa dari Kejati NTB saat mengikuti sidang gugatan sengketa informasi publik yang dilayangkan Somasi NTB, di Komisi Informasi NTB, kemarin (4/5). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Gugatan sengketa informasi publik yang dilayangkan Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi (Somasi) NTB membuahkan hasil. Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB akhirnya bersedia menyerahkan informasi kasus yang telah diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Kesepakatan itu muncul usai langkah mediasi antara Kejati NTB dan Somasi, kemarin (4/5). Mediasi itu sendiri dilakukan usai sidang gugatan sengketa informasi publik, yang dipimpin M Zaini dengan anggota Najamuddin Amy dan Ajeng Roslinda Motimori.

Permohonan gugatan informasi publik diajukan Somasi NTB sejak 9 Januari 2017. Hanya saja, Kejati NTB tak kunjung memberikan tanggapan. Karena tidak digubris, akhir Januari Somasi melayangkan surat keberatan kepada Kejati NTB. Lagi-lagi, jaksa tidak memberikan tanggapan pada surat keberatan itu.

Dalam persidangan kemarin, salah satu jaksa yang mewakili Kejati NTB yakni I Made Sutapa mengaku, pihaknya tidak pernah menerima surat keberatan yang dilayangkan Somasi. Itu berdasarkan data dari kesekretariatan di Kejati NTB.

a�?Tidak ada surat yang dimaksud, ini sesuai data dari kesekretariatan,a�? kata Sutapa di depan Majelsi Komisioner KI NTB.

Padahal, dalam gugatan Somasi yang diajukan ke KI NTB 14 Maret lalu, mereka turut melampirkan bukti surat keberatan. Berikut tanda terimanya.

Karena tidak menemui titik temu, ketua majelis komisioner memberikan kesempatan mediasi dari kedua belah pihak. Saran ini disesuaikan dengan aturan dalam penyelesaian awal dalam sengketa pelayanan informasi publik.

a�?Sesuai surat keputusan Ketua Komisi Informasi NTB, majelis mempersilakan kedua pihak melakukan mediasi dengan mediator yang telah ditetapkan,a�? kata Zaini.

Mediasi yang difasilitasi Lalu Ahmad Busyairi sempat berjalan alot. Namun satu jam berselang, tepatnya pukul 12.15 Wita, kedua belah pihak mencapai kesepakatan. Kejati NTB sebagai termohon akan memberikan informasi kepada pemohon, dalam hal ini Somasi.

Kesepakatan yang dibacakan Panitera sidang gugatan sengketa informasi publik Tarmizi menyebutkan, Kejati NTB bersedia memberikan informasi yang diminta pemohon. Informasi itu berkaitan dengan jumlah SP3 yang diterbitkan Kejati NTB dari tahun 2010 hingga 2016.

a�?Informasinya terkait jumlah, tanggal, keterangan tindak pidana yang di SP3,a�? katanya.

Tak hanya itu, dalam pemberian informasi jumlah SP3 tersebut, Kejati NTB diharuskan memberikan paling lambat Rabu (12/4). a�?Ada tenggat waktu, bentuknya soft file dan hard file,a�? tutup Tarmizi.

Sementara itu, ditemui usai sidang, Lalu Ahyar Supriadi dari Somasi NTB mengatakan, tujuan somasi mengajukan gugatan untuk bahan riset. Pihaknya perlu untuk mengetahui apa-apa saja kasus yang mendapat SP3 dari Kejati NTB.

a�?Bahannya akan dijadikan riset untuk buku. Somasi sudah ada datanya, tapi perlu dari sumber utama agar tidak menjadi masalah,a�? kata dia.

Ahyar menjelaskan, sejak 2011 Somasi NTB tetap melakukan riset tahunan. Riset ini terkait perkembangan penanganan kasus. Beberapa hal juga menjadi sorotan mereka dalam penanganan kasus yang ditangani kejaksaan, salah satunya pemberian SP3.

a�?(Kasus) apa saja yang dihentikan, berapa jumlahnya, itu perlu diketahui. Dari sana akan tergambarkan wajah penegakan hukum kita seperti apa,a�? pungkasnya. (dit/r10)

Berita Lainnya

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost