Lombok Post
Giri Menang

APKLI: Sulit Menata Pasar Gunungsari

Ketua APKLI Lobar Mukril Hakim.ZAINUDDIN/LOMBOK POST

GIRI MENANGA�– Persoalan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Gunungsari diyakini akan tetap semrawut jika tidak ada ketegasan dari pemerintah. Kondisi pasar yang sudah lama semerawut perlu kesabaran ekstra dalam menangani keberadaan PKL agar mau patuh pada peraturan.

Apalagi kondisi pasar saat ini dimana semua lahan sudah terkavling oleh pedagang. Sampai lahan parkir pasar. “Saya pernah berkoodinasi dengan Bapenda dan Perindag untuk mengajukan penataan pedagang. Cuma kalau di Pasar Gunungsari dia rancu,a�? ungkap Ketua APKLI Lobar Mukril Hakim, kemarin (5/4).

Hasil pantauan APKLI di Pasar Gunungsari, banyak pedagang sudah a�?menggadaikana�? tempat mereka jualan ke pedagang lain. Kondisi itu membuat APKLI kesulitan mengajak komunikasi pemilik lokasi agar mau pindah sukarela.

“Malahan dari laporan penjaga pasar harus beradu fisik jika mau tata pedagang disana,a�? tuturnya.

Jika ingin menata pasar berlantai tiga tersebut butuh kesabaran ekstra. Dengan kondisi pedagang di sana yang agak keras.

Karena kondisi tersebut, Mukril berecana akan bersurat kepada camat setempat dan Disperindag. Ia meminta kedua stakholder turun mengajak berdialog pedagang agar mau ditata tanpa ada kontak fisik. a�?Yang penting ketegasan pemerintah kita harapkan,a�? ujarnya.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap PKL, sudah sewajarnya dilakukan penataan pasar. Apalagi pihaknya sudah bekerja sama dengan Disperindag, akan menata kembali semua pasar sehingga bisa mendatangkan Pendapaan Asli Daerah (PAD).

Pasar-pasar di Lobar akan dikemas rapi, agar para pembeli merasa nyaman. Tidak kumuh, terbebas dari parkir sembarang, dan tidak bau. Dia meminta pemerintah untuk melihat aspek ekonomi dan lingkungan dalam menata PKL.

Misalnya saja terkait penempatan pedagang di suatu pasar. Ia mengatakan, akan sulit bagi pedagang untuk ditempatkan di lantai tiga sebuah gedung, karena mempertimbangkan bahwa pembeli sulit mencapai lantai tersebut.A�”Bagaiamana agar yang jualan ayam dan baju tidak satu tempat,a�? pungkasnya. (zen/r5)

Berita Lainnya

Kelelahan, Enam PPS Tumbang

Redaksi LombokPost

PKS Klaim Raih Kursi di Semua Dapil

Redaksi LombokPost

SMK Plus Nurul Hakim Pelopori Ecobricks

Redaksi LombokPost

Ini Masukan TGH Muharar! Terkait Pergantian Sekda Lobar

Redaksi LombokPost

Pak Camat Sabar Dulu Ya! Terkait Pengadaan Truk Sampah

Redaksi LombokPost

Perbaikan Jalan Gunakan Dana Tak Terduga!

Redaksi LombokPost

Gubernur: Jangan Ada Dendam Politik!

Redaksi LombokPost

Ketika Ibu Bupati Lobar Teteskan Air Mata Melihat Anaknya Dilantik

Redaksi LombokPost

Pulang Kerja, Satpam Meregang Nyawa

Redaksi LombokPost