Lombok Post
Headline Metropolis

Gunung Rinjani Terancam Gagal Jadi Geopark Dunia

BERKARIB SAMPAH: Beberapa pendaki bersantai di sekitar tenda yang mereka dirikan dengan dikelilingi sampah yang terserak di Pelawangan Sembalun (16/8/2016). Tempat ini adalah area favorit para pendaki, karena merupakan tempat istirahat paling dekat sebelum menuju puncak Rinjani.

MATARAMA�– Geopark Rinjani Lombok terancam gagal menjadi geopark dunia. Mimpi buruk itu bisa terjadi bila Pemprov NTB tidak mampu memperbaiki catatan-catatan yang diberikan UNESCO dalam dua tahun ke depan.

General Manajer Geopark Rinjani Chairul Mahsul menjelaskan, bulan Maret lalu ia mendapatkan pengumuman dari UNESCO tentang geopark mana saja yang diterima menjadi global geopark.

Dari 18 geopark yang diajukan tahun 2016, beberapa diantaranya langsung diterima sebagai geopark dunia, tapi ada yang ditunda dengan catatan, dan dua geopark ditolak sehingga dianggap gugur.

Sementara Geopark Rinjani Lombok sendiri statusnya ditunda, bersama enam geopark lain dari berbagai negara. Rinjani diberi waktu paling lama dua tahun untuk memperbaiki semua catatan.

Ia menyebutkan ada 10 catatan yang diberikan UNESCO untuk Geopark Rinjani Lombok. Paling utama adalah Pemprov NTB diminta menjelaskan persamaan dan perbedaan Geopark Rinjani dan Geopark Gunung Batur di Bali.

Khususnya tentang muatan-muatan geologi kedua geopark tersebut. Poin ini sangat penting karena karakter dua geopark ini mirip dan berdekatan.

“Itu yang paling prinsip yang menentukan apakah Rinjani ini berhasil mendapatkan status UNESCO Global Geopark,” kata Chairul, kemarin (5/4).

Sementara catatan lainnya lebih bersifat jangka panjang dan saran perbaikan. Misalnya, memperluasnya deliniasi se-Pulau Lombok.

Padahal dulu konsep kedua Pemprov NTB mengusulkan se-pulau Lombok tadi ditolak. Saat itu diminta mempersempit cakupan wilayah, tapi saat ini UNESCO sebaliknya.

Untuk saat ini tim Pemprov sudah menyiapkan kajian perbandingan muatan geologi antara geopark Rinjani dengan Global Geopark Gunung Batur. Mereka minta agar bahan itu dikirim paling lambat 15 Agustus sudah ada.

“Nanti Juni akan dikirim ke UNESCO,” jelasnya.

Dalam dua tahun, catatan geologi tersebut diminta oleh UNESCO, tapi karena catatan ilmiah tentang itu banyak sekali maka bisa diselesaikan tahun ini. Salah satu keunggulan Rinjani adalah di sana banyak batu apung, itu merupakan warisan geologi.

Selain itu sebaran warisan geologi Rinjani juga lebih luas, lintas kabupaten, sampai Batu Bolong, Gili Trawangan dan sebagainya.

Sementara catatan lain, pengelola geopark Rinjani diminta bekerja sama dengan perguruan tinggi di lembaga-lembaga riset, memerankan gender dan Rinjani sudah memiliki dewan pelaksana harian perempuan seorang ahli geologi.

Juga ada para perempuan sebagai pelaksana di bawah seperti guide. Sebab mereka ingin agar peran perempuan lebih diintensifkan.

“Juga diminta perbanyak sosialisasi di sekolah-sekolah dan bekerja sama dengan geopark lain, baik lokal, nasional dan internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, bulan September mendatang akan ada konfrensi Asia Pasifik di China tentang Geopark Network. Kalau Rinjani bisa masuk, maka akan bisa menjadi global geopark.

Geopark Rinjani Lombok sendiri resmi terdaftar sebagai salah satuA�aplicantA�UNESCO GGN 2016 bersama dengan 18 geopark lainnya dari 13 negara.

Untuk pengajuan tahun ini, Indonesia hanya diwakili oleh Geopark Rinjani Lombok karena Geopark Merangin Jambi dan Geopark Danau Toba harus menunggu dua tahun pascaditolaknyaA�kedua geopark tersebut A�pada sidang UNESCO Global Geopark yang berlangsung di Tokyo – Jepang tahun 2015.

Saat itu, Geopark Rinjani terdaftar sebagai aplicantA�untuk menjadi anggota UNESCO Global Geopark bersama beberapa geopark lain di dunia. (ili/r7)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost