Lombok Post
Metropolis

Biar Aman, Perbanyak Beronjong

BERSIHKAN: Sejumlah petugas saat membersihkan sampah yang menumpuk di salah satu sudut Sungai Ancar, kemarin. Wahyu/Lombok Post

MATARAMA�– Pemerintah Kota Mataram berencana memperbanyak talud dan beronjong sungai sepanjang 2017 ini. Tujuannya meningkatkan kemantapan sungai. Sehingga sanggup menghadapi berbagai kemungkinan yang ada.

“April ini mulai kerja, sebelumnya kita persiapkan ini dan itu,a�? ujar Kadis PUPR Kota Mataram H Mahmuddin Tura, kemarin.

Kepada Lombok Post ia menjelaskan, ada dua sasaran beronjong dan talud dipasang. Pertama di titik-titik yang memang belum ada.

Ya, hingga saat ini di sejumlah ruas sungai-sungai besar memang masih ada yang belum memiliki pinggiran yang permanen. a�?Jadi kalau sudah terpasang, tak akan berubah-ubah lagi model alirannya,a�? kata Tura menambahkan.

Yang kedua, proyek akan dikerjakan pada lokasi yang sudah memiliki beronjong dan talud, namun dalam kondisi tak lagi prima. Sepanjang 2016, ia sudah menginventarisir sejumlah wilayah yang pinggiran dinding sungainya mendesak diperbaiki. a�?Ada yang ambles, rusak digerus air, dan termakan waktu,a�? jelasnya.

Sungai Ancar dan Sungai Unus menjadi dua sungai yang paling banyak lokasi pengerjaannya. Terkait besarnya anggaran dan volume pengerjaan, hingga kini pihaknya masih melakukan kalkulasi.

Yang pasti, lanjut Tura, setelah semua nantinya rampung, akan banyak manfaat dari kemantapan pembatas sungai itu.

Yang paling nyata mencegah luapan air sungai yang berpotensi membuat genangan bahkan banjir dan tanah ambles yang juga rawan terjadi di bantaran sungai. a�?Jadi akan lebih aman,a�? ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, banjir yang terjadi tahun lalu harus menjadi pelajaran bersama.

Kendati merupakan fenomena alam, namun dengan kerja keras ia yakin hal serupa dapat dihindari kembali terjadi. a�?Saya minta berbagai langkah teknis dilakukan untuk itu,a�? ujarnya.

Sungai menjadi salah satu titik perhatian utamanya. Mencegah sampah yang memperlambat aliran sungai, mengurangi sedimentasi secara berkala, termasuk menguatkan dinding-dinding sungai, adalah sejumlah langkah strategis yang bisa dilakukan.

“Kita harus pastikan kedepan kondisinya lebih baik dan lebih aman,a�?A�tukasnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost