Lombok Post
Headline Metropolis

Bukan Kiamat untuk NTB

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi. SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengetahui rencana pengetatan anggaran yang hendak dilakukan pemerintah pusat. Termasuk rencana pemotongan Dana Alokasi Umum. Namun orang nomor satu di NTB ini menyebut rencana pengetatan anggaran itu tak membuat NTB panik. Pemotongan DAU bukan kiamat bagi NTB.

a�?Iya kalau ada kebijakan kita respon. Pemotongan apapun, atau penyesuaian apapun kan bukan hari kiamat,a�? tandas Gubernur ketika dikonfirmasi wartawan di gedung DPRD NTB usai sidang paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban kemarin.

Seperti diberitakan Lombok Post Jumat (7/4), Kementerian Keuangan memastikan pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) seperti tahun lalu dipastikan akan terjadi pada tahun ini. Besarannya memang belum dipastikan. Namun, pemotongan DAU tak terhindarkan.

Tahun 2016 lalu, DAU Pemprov NTB, Kota Mataram, Pemkab Lombok Utara dan Sumbawa dipangkas selama empat bulan sejak September 2016. Pemprov NTB mendapat pemotongan DAU sebesar Rp 40,474 miliar sebulan sehingga totalnya Rp 161,896 miliar. Sementara Kota Mataram mendapat pemotongan Rp 22,054 miliar sehingga totalnya Rp 88,216 miliar. Sedangkan Lombok Utara mendapat pemotongan Rp 7,210 miliar sebulan sehingga totalnya Rp 28,840 miliar. Sedangkan Sumbawa mendapat pemotongan 22,549 miliar sebulan sehingga totalnya Rp 90,196 miliar.

Dan untuk tahun 2017 ini, jika sebelumnya pagu DAU dalam APBN bersifat final, untuk tahun ini, pagunya disesuaikan dengan realisasi penerimaan negara. Karena itu, Kementerian Keuangan meminta pemerintah daerah (pemda) melakukan sejumlah antisipasi jika terjadi penurunan transfer DAU.

Dengan adanya rencana kebijakan pemotongan DAU itu, maka Pemprov NTB kata Gubernur akan menyiasatinya. a�?Langkah-langkah antisipasi akan kita siapkan,a�? tandas orang nomor satu di NTB ini.

Dirinya pun tak ingin berspekulasi lebih jauh teradap apa yang terjadi di pemerintah pusat. Bisa jadi kata Gubernur memang ada kontraksi pada APBN dibanding dengan APBD tahun-tahun sebelumnya. Misalnya ada target penerimaan pajak yang tak tercapai.

Khusus Pemprov NTB, Gubernur mengatakan, mulai tahun 2016, kontribusi Pendapatan Asli Daerah dari keseluruhan pendapatan sudah mencapai 34 persen. Di tengah kebijakan pengetatan anggaran dari pemerintah pusat, maka kini menjadi tugas daerah kata Gubernur untuk menggenjot pendapatan asli daerah tahun 2017 ini.

Gubernur mengatakan, tahun 2016, total pendapatan asli daerah NTB mencapai Rp 1,003 triliun dari total Rp 3,94 triliun pendapatan daerah. Jumlah itu kata dia, setara dengan 34,42 persen dari total pendapatan.

Data yang didapat Lombok Post, PAD NTB sepanjang 2016 diperoleh dari pajak daerah yang terdiri dari pajak kendaraan bermotor dengan realisasi Rp 269,18 miliar. Meningkat Rp 29,03 miliar atau 12,09 persen dari realisasi pajak yang sama tahun 2015 yang mencapai Rp 240,15 miliar.

Berikutnya adalah pajak bea balik nama kendaraan bermotor yang realisasinya sebesar Rp 322.20 miliar. Meningkat Rp 3,70 miliar atau 1,16 persen dibanding BBNKB pada 2015 sebesar Rp 318,50 miliar.

Sumbangsih berikutnya didapat dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yang realisasinya Rp 188,95 miliar. Untuk pajak ini menurun Rp 38,37 miliar dari PBBKB tahun 2015 yang mencapai Rp 227,32 miliar.

Ada juga pendapatan dari pajak air permukaan yang realisasinya Rp 361,29 juta dan meningkat Rp 63,77 juta dibanding tahun 2015.

Terakhir adalah pajak rokok yang realisasinya sebesar Rp 222,55 miliar. Namun, menurun sebesar Rp 1,82 miliar dibanding realisasi tahun 2015.

Pajak-pajak daerah ini kata Gubernur masih memungkinkan digenjot, sehingga kontribusi terhadap pendapatan dareah bisa lebih meningkat lagi. a�?Jadi kalau kurang dari sana (pusat), kita perbesar lagi di daerah,a�? tandas Gubernur. (kus/r8)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost