Lombok Post
Headline Kriminal

Satpol PP Mulai Bergerak, Usir PKL dari Trotoar Mataram

TERTIBKAN: Tim gabungan menertibkan lapak PKL yang menempati trotoar dan badan jalan, kemarin (7/4). Penertiban ini bertujuan memberikan kenyamanan bagi masyarakat sebagai pengguna jalan. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM a��A�Aparat mulai bergerak menangani para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati sejumlah badan jalan dan trotoar di Mataram, kemarin (7/4). Penertiban ini menjadi langkah awal untuk penindakan yang lebih tegas, jika PKL masih membandel untuk tetap berjualan di badan jalan.

Tim gabungan itu terdiri dari Satpol PP NTB, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), dan Sabhara Polres Mataram. Mereka menyasar sejumlah PKL yang masih berjualan di sepanjang Jalan Pendidikan, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Majapahit.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman (Tibumtran) Satpol PP NTB Rasyidin mengatakan, giat operasi ini dimaksudkan untuk kenyamanan pengguna jalan. Disesuaikan dengan Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pemanfaatan Jalan.

a�?Jalan ini, terutama trotoar peruntukannya untuk masyarakat,a�? kata dia, kemarin.

Sebelum penertiban kemarin, kata Rasyidin, pihaknya telah melayangkan surat teguran kepada PKL. Mereka diberikan waktu 5×24 jam untuk membongkar lapaknya sendiri.

a�?Imbauan sudah kita lakukan, jadi ini sebagai peringatan sekaligus penertiban,a�? ujarnya.

Pelaksanaan penertiban yang dilakukan tim gabungan, tidak akan berhenti. Rasyidin mengatakan, langkah tersebut akan dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Jika PKL tetap membandel, dengan tidak membongkar lapaknya sendiri, maka tak menutup kemungkinan tim gabungan yang akan membongkarnya. a�?Kalau tidak ada perubahan, nanti akan bergerak lagi,a�? tegas dia.

Penertiban ini tidak saja menyasar PKL yang lapaknya menempati trotoar. Beberapa PKL yang berinovasi dengan menggunakan kendaraan sebagai lapaknya, tak luput dari pengawasan petugas.

Menurut Rasyidin, lapak PKL yang menggunakan kendaraan kerap mengambil hampir setengah badan jalan. Ini membuat arus lalu lintas menjadi tersendat.

a�?Kalau dipakai kegiatan jualan, akan mengganggu, apalagi kadang mereka memakai sebagian jalan,a�? katanya.

Sementara itu, Kasi Bina Usaha Sarana Perdagangan Diskoperindag Kota Mataram Arifudin mengatakan, pihaknya tengah menggodok aturan mengenai PKL yang menggunakan kendaraan bermotor baik mobil, roda tiga dan roda dua.

A�a�?Kita menyebutnya PKL bergerak, ini sedang kita tata melalui peraturan wali kota, agar tertib,a�? kata dia.

Terkait dengan PKL yang lapaknya menempati trotoar, Diskoperindag Kota Mataram akan berkoordinasi dengan APKLI. a�?Nanti APKLI yang akan melakukan pembinaan langsung jika ada PKL yang tetap menempati trotoar,a�? pungkasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost