Lombok Post
Headline Pendidikan

Jangan Mau Kalah Sama SMK, UN SMA Dimulai Hari Ini

HARUS LEBIH BAIK: Para siswa Kota Mataram saat melaksanakan simulasi UNBK beberapa waktu lalu. Rojai/Lombok Post

MATARAMA�– Secara umum ujian nasional (UN) untuk kelompok sekolah menengah kejuruan (SMK) pekan lalu berjalan lancar. Insiden paling mencolok adalah tidak terbacanya sepuluh soal animasi di komputer sebagian peserta ujian. Hari ini giliran sekitar 1,7 juta siswa SMA/MA yang mengerjakan UN sampai empat hari ke depan. Jadi, jangan mau kalah dengan kelompok SMK.

Di NTB sendiri, ada 50.525 siswa SMA/MA yang terdaftar sebagai peserta UN. Jumlah ini terdaftar di Dikbud NTB yang hingga saat ini belum ada yang dilaporkan mengundurkan diri. Kita belum terima laporan ada siswa yang mengundurkan diri pada UN,a�? kata Ketua Panitia UN NTB H Sukran, Sabtu (8/4).

Sukran menyebutkan,A� dari total 50.525 siswa peserta UN SMA/MA, sebanyak 30.235 orang akan mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sementara ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNBKP) sebanyak 20.290 orang yang tersebar di 10 kabupaten/kota.

Untuk jumlah sekolah yang menggelar UNBK, lanjut dia, sebanyak 260 sekolah, sedangkan yang menggelar UNBKP sebanyak 520 sekolah. a�?Persentase SMA/MA yang menggelar UNBK sekitar 60 persen. Beda dengan SMK yang mencapai 95 persen,a�? sebutnya.

Sukran mengatakan, sekolah yang melaksanakan UNBK sudah tidak ada masalah. Masing-masing sekolah sudah memiliki perangkat komputer dan jaringan internet. Hanya saja, kata dia,A� yang perlu diantisipasi adalah listrik yang bisa tiba-tiba padam pada saat siswa mengikuti ujian.

a�?Kejadian seperti itu sempat terjadi diA� Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur pada ujian tingkat SMK. L istrik padam tidak lama karena PLN cepat melakukan perbaikan gangguan teknis,a�? ucapnya.

Sementara untuk persiapan pelaksanaan UNBKP sendiri, juga sudah tidak ada kendala. Terutama dari sisi distribusi naskah soal. Pihak Dikbud NTB bersama pihak kepolisian sudah mendistribusikan naskah soal untuk wilayah Pulau Lombok sejak Jumat (7/4) lalu. Sedangkan untuk wilayah Pulau Sumbawa didistribusikan pada Sabtu (8/4).

Naskah soal yang sudah sampai di kabupaten/kota dititip di Polsek masing-masing kecamatan untuk mencegah terjadinya kecurangan. Nanti sekolah yang akan mengambil, akan dikawal aparat kepolisian sesuai mata pelajaran yang diujikan.

Madrasah Semangat Ikut UNBK

Sementara itu, Kabid Mapenda Kemenag NTB H Jalalussayuti mengaku, jumlah madrasah mengikuti UNBK di NTB meningkat dibandingkan tahun lalu. Dari sembilan madrasah yang ikut UNBK tahun lalu, kini meningkat menjadi 157 madrasah. a�?Peningkatan cukup signifikan,a�? singkatnya.

Ia mengatakan, madrasah terutama swasta kesulitan menerapkan UNBK karena tidak ada sarana prasarana disiapkan pemerintah. Mestinya, kata dia, jika UNBK diterapkan, tentu harus dibarengi dengan bantuan sarana dan prasarana.

a�?Ini sarana dan prasarana madrasah yang harus menyiapkan,a�? imbuh Jalal.

Kendati demikian, motivasi madrasah melaksanakan ujian berbasis komputer cukup tinggi. Buktinya, banyak madrasah ikut andil dalam pelaksanaan ujian online tersebut.

Jalal mengatakan, bantuan dari Kemenag NTB terkait UNBK tahun ini belum ada. UNBK dilaksanakan secara mandiri. Madrasah yang menyiapkan sebagian besar sarana dan prasarana pada ujian berbasis komputer tersebut.

Terpisah, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag M Nur Kholis Setiawan mengatakan, setiap tahun terdapat peningkatan jumlah peserta unas di madrasah. a�?Tahun ini peningkatannya 50 ribu lebih siswa dibanding unas 2016,a�? katanya. Peningkatan ini menunjukkan minat masyarakat untuk belajar di madrasah juga meningkat.

Dia menjelaskan, peningkatan jumlah peserta UN untuk madrasah terjadi sejak lima tahun terakhir. Nur Kholis menguraikan, pada 2013 lalu jumlah peserta unas madrasah ada 87 ribuan siswa. Kemudian naik menjadi 98.792 siswa pada periode berikutnya. Lalu pada 2015 UN madrasah diikuti 110.052 siswa dan periode 2016 diikuti 372.994 siswa.

Nur Kholis menjelaskan soal UN madrasah aliyah dikelola oleh Puspendik Balitbang Kemendikbud. Seluruh soal dikembangkan berbasis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013. Dia mengatakan selama berbekal persiapanA� yang maksimal, siswa tidak akan kesulitan mengerjakan soal ujian.

Dia lantas mengingatkan bahwa UN tetap tidak menjadi penentu kelulusan. Sehingga siswa tidak terlalu khawatir dan takut yang berlebihan. Nur Kholis menjelaskan kelulusan siswa dari satuan pendidikan atau sekolah, ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan.

a�?Sesuai dengan pedoman BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan, Red) siswa dinyatakan lulus dengan tiga kriteria,a�? paparnya. Ketiga kriteria itu adalah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, mendapatkan nilai sikap minimal baik, dan lulus ujian sekolah atau madrasah.

Tidak Ada Kebocoran Soal

Sementara itu, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Balitbang Kemendikbud Nizam berharap, pelaksanaan UN yang cenderung lancar di SMK, bisa menular di SMA/MA. Dia mengatakan sampai kemarin, tidak muncul laporan adanya peredaran kunci jawaban atau bocoran soal ujian. a�?Saya juga pantau di pemberitaan-pemberitaan, isu-isu negatif seperti itu tidak ada. Semoga sampai selesai tidak ada,a�? jelas guru besar fakultas teknik UGM Jogjakarta itu.

Meski begitu, Nizam tidak menapik ada beberapa upaya supaya kendala-kendala kecil saat UNBK SMK tidak terjadi di SMA/MA. Seperti kasus yang paling banyak terjadi yakni, pemadaman listrik dan kerusakan server komputer di sekolah. Nizam menjelaskan pengunduhan atau sinkronisasi soal ujian sudah selesai kemarin.

Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan NTB Kutjip Anwar mengatakan, pelaksanaan UN tahun ini terasa berbeda dengan tahun sebelum-sebelumnya. a�?Sekarang ini jarang kita dengar ada soal bocor,a�? sebut dia.

Ia menjelaskan, ujian tahun ini integritas lebih baik, terutama pada UNBK. Pada ujian online juga tidak ada celah siswa melakukan kecurangan, karena soalnya langsung dari pusat. a�?Kalau ada soal bocor pasti ada hubungannya dengan orang pusat, tapi itu tidak mungkin,a�? ucapnya.

Kutjip mengatakan, kini yang paling penting pada UNA� adalah kejujuran. Apalagi Indonesia mengedepankan pendidikan karakter. Kejujuran ini juga harus diaplikasikan guru di sekolah. Jangan sampai meluluskan semua siswanya pada UN. a�?Sekarang kita lihat jarang ada siswa yang tidak lulus setelah kelulusan ditentukan sekolah,a�? sindirnya.

Padhal, yang namanya ujian, lanjut Kutjip, pasti ada namanya tidak lulus. Ia mencontohkan, tes pegawai atau tes penerimaan karyawan pasti ada saja yang tidak lulus. a�?Ini pada UN masak semua siswa lulus,a�? ucapnya.

Ia meminta kepada sekolah bersikap tegas. Jika memang ada siswa yang tidak lulus maka jangan diluluskan. Siswa yang tidak lulus ini nantinya bisa mengulang di tahun berikutnya. a�?Pendidikan ini yang dibutuhkan proses, bukan hasil,a�? ujarnya.

A�Sekolah Antusias

Sementara itu, sejumlah sekolah menunjukkan antusias menyambut penyelenggaraan UN hari ini. Diantaranya disampaikan Wakil Kepala SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat, NTB Mansur. Dia mengatakan proses sinkronisasi sudah selesai dan berjalan lancar. a�?Total ada 240 siswa yang ikut UNBK di sekolah saya. Tidak ada siswa dari sekolah lain yang UNBK gabung,a�? jelasnya.

Dia berpesan supaya seluruh pengawas ruangan untuk memeriksa kartu peserta ujian dengan cermat. Sebab untuk UNBK pelaksanaan ujiannya terdiri dari tiga sesi. Jangan sampai muncul kasus siswa yang seharusnya ikut sesi kedua, masuk ke sesi pertama atau ketiga.

Mansur menegaskan jika siswa mengikuti ujian tidak sesuai dengan pengaturan sesinya, maka proses login tidak akan bisa. Sebab username dan password-nya sudah diatur sedemikian rupa, sehingga harus cocok sesinya. Selama peserta tertib mengikuti UNBK sesuai jadwal, proses login tidak akan menghalami hambatan. a�?Kalaupun ada yang mengalami hambatan, jangan panik. Segera lapor ke pengawas ruangan,a�? katanya.

Meskipun hari ini sudah pelaksanaan UNBK, Mansur mengingatkan penyiapan sumber listrik cadangan tetap diperlukan. Bahwa dia menganjurkan UPS (Uninterruptible power supply) disiapkan untuk menyuplai listrik komputer server dan user. Sebab jika digunakan untuk server saja, UNBK tetap akan berhenti ketika listrik padam. (jay)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost