Lombok Post
Headline Metropolis

Gojek Masuk Mataram, Jangan Jadi Bom Waktu!

TUNGGU ORDER: Dua orang driver Gojek tengah asyik membuka aplikasi Gojek sembari duduk-duduk di Taman Sangkareang, Mataram, beberapa waktu lalu. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAMA�– Gojek akhirnya masuk dan mulai beroperasi di Mataram. Namun, berkaca dari daerah lain, keberadaan angkutan online ini bisa menjadi bom waktu. Jika, regulasinya tak buat segera oleh pemerintah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram HL Junaidi pun mulai was-was. Sebab beroperasinya Gojek berpotensi menimbulkan gesekan dan konflik horizontal, seperti di daerah lain.

a�?Harus ada payung hukumnya,a�? kata Junaidi.

Bentuk aturan, bisa dalam Perda di mana transportasi online itu beroperasi. “Tetapi karena saya lihat ojek online seperti Gojek ini beroperasi lintas daerah, saya rasa yang lebih tepat buat aturan adalah provinsi,a�? kata Junaidi.

Saat ini diakui, belum ada alat yang bisa digunakan untuk memblokir aplikasi Gojek, khususnya di Kota Mataram. a�?Sebenarnya ada alat itu, namanya jammer, tapi kita belum dapat dari Lembaga Sandi Negara,a�? imbuhnya.

Mulai masuknya ojek online di Kota Mataram, dikatakan Junaidi akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait. Seperti apa langkah terbaik untuk membatasi ini sebelum berizin. Sebab berpotensi memicu konflik di tengah kota.

“Kita ingatkan jangan dulu melakukan hal-hal yang sifatnya ilegal,a�? tegasnya.

Apalagi dengan telah adanya perselisihan yang muncul di berbagai tempat. a�?Seperti Jawa Barat, Bogor, mana itu, terjadi konflik, antara angkutan umum dengan Gojek,a�? sebutnya.

Sikap pemerintah, tegas tidak ingin ada konflik yang timbul. a�?Apalagi Mataram sangat potensial terjadi (konflik),a�? peringatnya.

Ia mencontohkan seperti di DKI Jakarta, ojek online sudah memilik platform aturan. Sehingga sudah bisa beroperasi kembali.

Sementara di NTB, baik di Provinsi atau Daerah khususnya di Kota Mataram, belum ada aturan terkait ini. “Kami tidak ingin adanya benturan nanti, apalagi di sini banyak kepentingan transportasi dari angkot, taksi dan ojek pangkalan,a�? tegasnya.

Sementara, itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram Cokorda Sudira Muliarsa tegas mengatakan jika ojek online di Kota Mataram, belum ada yang berizin. a�?Tegas saya katakan belum ada, belum ada satu pun,a�? kata Cokorda.

Mekanisme pengajuan izin, juga tidak mudah. Mulai dari meminta rekomendasi dari sejumlah SKPD teknis, seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Kominfo. a�?Silahkan simpulkan sendiri (ilegal atau tidak) yang jelas tidak ada izin yang masuk,a�? tandasnya.

Salah satu ojek online yang terpantau Lombok Post mulai beroperasi di Kota Mataram yakni Gojek. Sayangnya, Kantor PIC Operator Gojek yang coba didatangi, tidak ada satu pun yang bisa memberi keterangan.

a�?Kami informasinya terpusat dari satu pintu pak,a�? kata salah seorang karyawan.

Ia lalu memberikan alamat email yang bisa dihubungi dan dimintai keterangan soal hal ini. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada balasan jawaban dari alamat email tersebut. A�(zad/r5)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost