Lombok Post
Headline Metropolis

Liburan di Lombok, Warga Malaysia Pakai Baju Mirip Logo PKI

SENSITIF: Kapolres Mataram AKBP Muhammad menunjukkan kaos hitam berlambang palu arit, yang sebelumnya dikenakan warga negara Malaysia bernama Mohd Tarmizi, kemarin (12/4). (Didit/Lombok Post)

MATARAM-Mohd Tarmizi warga negara Malaysia mungkin tak menyadari bahwa lambang palu arit sangat sensitif di Indonesia. Karena itu, sekitar pukul 09.30 Wita, kemarin (12/4), Tarmizi mengenakan kaos hitam berlogo palu arit saat sarapan di salah satu hotel di Mataram.

Kaos yang dikenakannya rupanya memancing kecurigaan sekuriti hotel. Mereka lantas melaporkan temuan itu kepada Bhabinkamtibmas dan piket POM TNI AU.

Tak berselang lama, anggota intel Lanud AU bersama aparat kepolisian mengamankan Tarmizi. Pria 50 tahun ini lantas dibawa ke Polsek Mataram bersama rekannya yang juga dari Malaysia, yakni Afazanizam, untuk diinterogasi.

Menurut keterangan polisi, yang bersangkutan telah dua hari menginap di Lombok. Dia tiba di Lombok sejak Senin (10/4) dan langsung memutuskan untuk menginap di sebuah hotel di Jalan Jendral Sudirman, Mataram. Rencananya Tarmizi dan Afazanizam akan berada di Lombok selama empat hari.

Sebelum membawa Tarmizi ke kantor polisi, petugas sempat melakukan penggeledahan di kamarnya. Namun tidak ada barang bukti lain yang didapatkan petugas. Mereka hanya mengamankan satu kaos berlogo palu arit yang dikenakan Tarmizi.

a�?Sempat dilakukan pemeriksaan, tapi tidak ada atribut yang berlambang palu arit,a�? kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, kemarin.

Hasil interogasi sementara, kepada polisi Tarmizi mengatakan tak mengetahui jika baju dengan gambar mirip logo Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut A�tak diperbolehkan di Indonesia. Sebab menurutnya, di Malaysia, setiap orang bebas untuk mengenakan atribut palu arit.

a�?Dia tidak tahu, bajunya sendiri itu dibeli di Rusia pas dia berkunjung ke sana,a�? bebernya.

Terkait dengan kedatangannya ke Lombok, yang bersangkutan ternyata dalam rangka pekerjaan. Rencananya dia akan mengunjungi seseorang untuk mengurus surat tenaga kerja.

Karena itu, terkait dengan tujuan Tarmizi, lanjut Muhammad, pihaknya berencana akan melakukan koordinasi dengan Kantor Imigrasi Mataram. Guna memastikan apakah visa yang dikantonginya sesuai dengan tujuan dia selama berada di Lombok.

a�?Nanti akan kita koordinasikan dengan Imigrasi juga,a�? kata Kapolres.

Sementara itu, hingga sore kemarin, Tarmizi masih diinterogasi Satintelkam Polres Mataram. Namun baju yang ia kenakan, telah dicopot dan disita petugas kepolisian.

a�?Masih kita mintai keterangan,a�? pungkasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost