Lombok Post
Headline Politika

Tagline Suhaili Jadi Perbincangan, Pengamat: Ini Tagline Cerdas!

UNIK: Tagline Kanggokm Tadahn milik Bupati Loteng HM Suhaili FT yang dipasang di salah satu ruas jalan, Minggu (16/4) lalu. Tagline ini mampu menyedot perhatian dan menjadi perbincangan publik saat ini. Dewi/Lombok Post

MATARAMA�– Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tak bisa dipisahkan dari tagline para calon. Tagline tak hanya mencirikan sosok yang menggunakannya. Melainkan, tagline yang dibuat semenarik mungkin dan mudah diingat, otomatis bakal menjadi perbincangan masyarakat.

Akhir-akhir ini, ada dua tagline bakal calon yang hangat menjadi perbincangan publik. Pertama, tagline bakal calon wakil gubernur (bacawagub) Subuhunnuri dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), “Yang Penting Rakyat Senang”. Kedua, tagline bakal calon gubernur (bacagub) HM Suhaili FT, Kanggokm Tadahn?

Meski masih ada sejumlah tagline bakal calon yang lain, namun, dua ini berhasil menyedot perhatian masyarakat. Bahkan menjadi buah bibir politisi dalam situasi apa pun.

Pengamat politik NTB Agus mengatakan, pesan-pesan yang disampaikan kedua figur tersebut masih bersifat simbolik. Jika dilihat dari sisi komunikasi, kedua tagline ini dinilai sangat cerdas oleh Agus. a�?Tagline dua ini cerdas menurut saya,a�? ucap Dosen Ilmu Politik dari IAIN Mataram ini, kemarin (18/4).

Mengapa cerdas, sambungnya, karena tagline mereka dibuat sangat simpel, mudah diingat, dan memiliki daya kejut terhadap publik. Sebagai langkah awal, kata Agus, ini sangat diperlukan untuk memperoleh perhatian publik.

a�?Perlu membuat daya kejut dulu, untuk raih perhatian publik,a�? tambahnya.

Artinya, setelah mendapat perhatian publik maka figur kembali membuat tagline lanjutan. Tagline yang lebih menyentuh visi misi dan program yang ditawarkan kepada masyarakat. a�?Jadi baguslah,a�? ucap Agus.

Menyinggung kedua tagline yang mampu menyaingi pamor dari tagline-tagline sebelumnya, diakui sudah sewajarnya. Karena tagline juga dibuat berdasarkan segmentasi pemilihnya.

Misalnya, untuk menyentuh pemilih pemula. Tentu bahasa yang digunakan disesuaikan dengan bahasa anak muda. Kemudian, untuk menyentuh pemilih religius maka harus menggunakan bahasa yang agamis. Begitu juga jika menyentuh petani dan nelayan. a�?Jadi strategi komunikasi politik kandidat harus bisa diterima oleh calon pemilih,a�? papar Agus.

Politisi PKS Yek Agil mengakui kedua tagline ini mampu menyedot perhatian publik. Menurutnya, tagline sebagai upaya untuk meningkatkan popularitas. Karena untuk meningkatkan elektabilitas figur, maka popularitasnya harus ditingkatkan lebih dulu.

a�?Bagaimana mau meningkatkan elektabilitas, kalau popularitasnya tidak ada,a�? ucapnya.

Sekretaris Komisi II DPRD NTB ini menilai, kecenderungan masyarakat melihat perhatian akan tertuju jika orang tersebut berbeda. Itu sudah terwujud dan bentuk tagline kedua figur. a�?Namun diharapkan dalam tagline itu betul-betul direalisasikan untuk dilaksanakan,a�? katanya.

a�?Jangan sampai hanya meningkatkan popularitas tetapi tidak konsisten dalam membuat program dan visi misi ketika menjadi calon,a�? tutup Yek Agil. (ewi/r7)

Berita Lainnya

ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post

Dompet PNS Makin Tebal, Pemkot Siapkan Rp 363 Miliar

Redaksi Lombok Post

Gubernur Blusukan di Kampus-kampus Polandia

Redaksi Lombok Post