Lombok Post
Headline Kriminal

Tertipu Penggandaan Uang, Terjerat Penculikan

kapolres
Kapolres Lotim AKBP Wingky Adithyo Kusumo

MATARAM – Penipuan dengan modus menggandakan uang kembali terjadi. Tak main-main, korbannya merupakan dosen dari oknum dosen salah satu universitas ternama di Mataram berinisial LAI, 56 tahun, asal Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng).

LAI tidak sendirian menjadi korban. Ada tiga orang lainnya yang diduga ikut menjadi korban, yakni dengan inisial LS, 47 tahun; LP 46 tahun; dan PA, 50 tahun. Dua nama pertama beralamat di desa yang sama dengan LAI, sedangkan PA berasal dari Desa Paokmotong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur (Lotim).

Menurut keterangan polisi, keempat orang itu menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan orang tua dari Fathul Nasri, 25 tahun, dari Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Lotim.

Tetapi, bukannya melaporkan hal tersebut ke aparat penegak hukum, mereka malah melakukan aksi kriminal balasan. Tindakan kriminal itu mengakibatkan mereka harus berurusan dengan polisi.

Mereka ditangkap atas tuduhan menculik dan menyekap Fathul Nasri. Penangkapan itu sendiri dilakukan tim Reskrim, Sabhara, dan Intelkam, dari dua Polres, yakni Lotim dan Loteng, pada Kamis lalu (13/4).

a�?Masih kita lakukan pemeriksaan untuk pelakunya, tertangkapnya di Loteng,a�? kata Kapolres Lotim AKBP Wingky Adhityo Kusumo, kemarin (18/4).

Awal mula kejadian itu, ketika LAI berbisnis dengan orang tua Fathul. Bisnis itu terkait penggandaan uang. LAI, bersama ketiga kawannya diketahui menyerahkan uang sekitar Rp 90 juta untuk digandakan.

Namun, uang yang tak kunjung bertambah banyak, membuat kesabaran LAI habis. Dia kemudian menyusun siasat untuk bisa bertemu dengan orang tua Fathul.

Setelah bertemu, mereka berupaya membawa paksa orang tua Fathul. Tujuannya agar uang yang gagal digandakan itu bisa dikembalikan. Namun aksinya dihalangi anaknya. Ini membuat orang tua dari Fathul berhasil meloloskan diri.

a�?Karena orang tuanya berhasil lari, akhirnya Fathul itu yang di bawa dan disekap sebagai jaminan,a�? jelas Wingky.

Menurut Winky dalam menjalankan aksi penculikannya, keempat pelaku sempat mengaku bekerja sebagai intel dan buser dari Polda NTB. Namun setelah berhasil membawa korban dan tiba di perempatan Mantang, Loteng, keempat pelaku berbelok arah ke selatan. Mereka menuju rumah LAI untuk menyekap korban.

Aparat kepolisian yang mendapat laporan penculikan, kemudian melakukan pengejaran. Tim gabungan dari dua polres akhirnya berhasil menangkap pelaku. Tiga orang, yakni LAI, LS, dan LP ditangkap di Desa Tanak Awu, di kediaman LAI. Sementara satu pelaku lainnya, ditangkap di Keruak, Lotim.

a�?Kita juga temukan korban yang sedang disekap di rumah itu,a�? kata Wingky.(dit/r2)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost