Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Biadab, Ayah Tega Aniaya Anak ! Diduga Dendam Karena Ditinggal Istri

GARA-GARA ORANG TUA EGOIS: Setiap orang tua harus memahami secara benar, dampak negatif perceraian bagi anak-anak mereka. Ilustrasi: Ivan/Lombok Post

KOTA BIMAA�– Malang nian menimpa AN. Bocah 10 tahun ini harus menerima siksaan dari sang ayah kandung, Khairul Fitrah alias Ebit. Bocah yang sudah ditinggal sang ibu ini diduga telah disiksa oleh ayahnya selama satu tahun terakhir.

Tidak penyiksaan secara fisik saja. AN bahkan harus keluar dari sekolah atas perintah sang bapak. Dendam sang bapak karena ditinggal ibunya, membuat AN harus menerima perlakuan kasar.

Rusunawa lantai empat, menjadi saksi pertama kalinya AN mendapatkan pukulan dari sang bapak Selasa (18/4) pukul 16.00 Wita. Hal ini dibeberkan nenek AN, yang saat itu menyaksikan langsung bagaimana AN dianiaya.

“AN dan adiknya datang main ke sini (rumah nenek, red), ketika sore AN ajak adiknya pulang tapi adiknya tidak mau. Tidak lama kemudian bapaknya datang dan langsung memukul AN sambil menariknya keluar dari rumah,” urai nenek AN, Rulmini.

Penyiksaan tidak berhenti dampai di situ saja. AN masih harus merasakan bogem mentah dari sang bapak ketika tiba di kos yang terletak di Kelurahan Tanjung Kota Bima.

Lingkungan kos panjang biasa menjadi lokasi kedua AN dipukuli hingga luka memenuhi seluruh tubuhnya. Informasi yang dihimpun Radar Tambora (Lombok Post Group), saat itu ada Babinsa setempat yang menyelamatkan AN hingga kasus ini mencuat ke publik melalui media sosial.

Menurut nenek AN, cucunya mulai mendapatkan penyiksaan dari bapaknya setelah ibu AN meninggalkannya. Dendam ditinggal istri inilah yang menjadi motif utama kenapa Ebit tega memukuli darah dagingnya sendiri.

Motif ini pun dibenarkan oleh ibu Ebit, yang disambangi Radar Tambora (Lombok Post Group) di kediamannya di Lingkungan Paruga. Diungkapkan, anaknya tersebut dendam kepada sang istri karena meninggalkannya dengan tiga orang anak dengan sejumlah utang.

“Memang anak saya salah karena menumpahkan dendamnya kepada anaknya sendiri, itu tidak boleh. Tapi coba laki-laki lain berada di posisi anak saya pasti akan melakukan hal yang sama,” ujar ibu Ebit.

Hingga berita ini ditulis, keberadaan AN tidak diketahui. Menurut Rukmini, AN bersama bapaknya Ebit. Namun ketika ditanya dimana, Rukmini mengaku tidak mengetahuinya.

“AN dengan bapaknya sekarang tapi saya tidak tahu dimana,” jawabnya singkat.

Sementara itu Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima, pascamencuatnya kasus ini langsung menanganinya. Divisi Hukum LPA Kota Bima Lily Marfuatun menegaskan akan mendampingi ibu korban Halimah Lopez untuk melaporkan Ebit ke polisi. Pasalnya jelas Lily, penganiayaan terhadap AN sudah beberapa kali dilaporkan tapi tidak pernah ada tindak lanjut.

“Hari ini akan langsung kami tangani dan dampingi,” kata perempuan berjilbab ini. (tin/r4)

 

Berita Lainnya

Tujuh Warga Jadi Tersangka

Redaksi LombokPost

Kades Sukamulia Buronan Polisi

Redaksi LombokPost

Calon Komisioner Gagal Somasi KPU

Redaksi LombokPost

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post