Lombok Post
Headline Metropolis

Dokter-Perawat Mogok, Pasien Jadi Terlantar

TERLANTAR: Sejumlah pasien yang hendak berobat di Balai Kesehatan Mata Masyarakat, namun mereka terlantar dan tak mendapat pelayanan sama sekali, kemarin. Wahyu/Lombok Post

MATARAMA�– Ratusan pasien yang hendak berobat di Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) NTB di Cakranegara harus gigit jari. Berjam-jam menunggu, pasien dipaksa balik kanan karena tak ada pelayanan sama sekali di UPTD milik Dinas Kesehatan NTB tersebut.

“Kami mohon maaf, hari ini tak ada pelayanan, silakan bapak ibu kembali lagi besok,a�? bunyi pengumuman yang disampaikan melalui pengeras suara.

Sontak hal tersebut memicu kemarahan pasien. Terlebih pengumuman tersebut mendadak diberikan. Tak sedikit dari calon pasien yang sudah menunggu dua bahkan tiga jam lamanya hingga pengumuman yang dibacakan pukul 10.30 Wita itu diterima.

“Kami ke sini korban biaya, waktu, tenaga,a�? kata Amiruddin, salah seorang keluarga pengantar pasien asal Ampenan yang tampak sangat kecewa.

Pagi itu ia membawa ibunya yang sudah sepuh. Menurutnya, sakit yang dialami di mata sebelah kanan itu tak bisa sembarangan ditunda pengobatannya. Salah-salah, ia khawatir kondisi sang ibu justru memburuk.

“Benar-benar tak professional,a�? keluhnya.

Usut punya usut, kondisi tersebut ternyata diakibatkan sejumlah dokter dan perawat yang kompak meninggalkan tempat kerja kala itu. Mereka beralasan hendak pergi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengadu dan bertanya langsung. a�?Kita sayangkan kejadian ini,a�? kata Kasubbag TU Sri Hariyanti.

Dia menjelaskan, kejadian bermula saat pihak BKMM merekap absensi apel pagi Maret lalu. Dari sana ditemukan puluhan karyawan yang umumnya dokter dan perawat kerap tak hadir tanpa keterangan. Bahkan ada yang sama sekali tak pernah mengikuti apel selama satu bulan penuh.

“Karena itu ada formulir yang kami serahkan pada mereka,a�? ucapnya.

Formulir tersebut diklaimnya sesuai arahan BKD harus diisi mereka-mereka yang pernah tak ikut apel. Namun, dokter dan perawat yang dibagikan justru protes. Mereka menolak dipersalahkan atas tidak mengikuti apel.

Mereka pun kompak pergi langsung ke BKD untuk menanyakan aturan tersebut. “Kami sayangkan kenapa perginya harus saat jam kerja,a�? keluhnya.

Hal itu sama saja dengan aksi mogok kerja. Ujung-ujungnya pasien lah yang diterlantarkan. BKMM yang setiap hari bisa melayani hingga 150 pasien itu pun harus membuat kecewa banyak orang.

Terkait absensi apel, dia mengklaim memiliki data lengkap. Pimpinan biasanya langsung mengabsen sendiri secara manual siapa-siapa saja yang hadir dan siapa yang tidak. Sehingga tak ada alasan bagi para dokter, baik dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan bagian lainnya untuk berkilah.

“Silakan kasi alasan kenapa tak pernah apel, apa ban pecah, ada keluarga meninggal atau apa, itu tujuan surat kami,a�? tukasnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost