Lombok Post
Headline Kriminal

Maling Sadis, Jejali Mulut Korban dengan Beling

DISATRONI MALING: Rumah milik WS yang berada di perumahan elit Kota Mataram, Kelurahan Jempong Baru, Kota Mataram, telah diberi garis polisi. Selasa (18/4), pemilik rumah dianiaya orang tak dikenal hingga menyebabkan ia harus dirawat di rumah sakit. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Perempuan asal Bima dengan inisial WS, 26 tahun harus dilarikan ke rumah sakit, Selasa (18/4). Dia mengalami sejumlah luka robek dan memar di bagian wajah, kepala, dan tangan. Luka itu muncul usai aksi pencurian dengan kekerasan (Curas) yang dilakukan orang tak dikenal di kediaman WS, di Perumahan Elit, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Menurut keterangan polisi, aksi curas itu terjadi sekitar pukul 08.30 Wita. Korban yang baru bangun tidur, menjalankan aktivitas seperti biasa.

Dia menuju bagian belakang rumahnya untuk membuka pintu belakang. Pada saat itu, korban yang masih kuliah ini, sempat mendengar suara seseorang dari arah depan rumah.

Mendengar itu, WS menuju ruang depan, namun tidak menemukan siapa-siapa. Karena tidak melihat sesuatu yang mencurigakan, korban memilih untuk duduk di ruang depan dan mengerjakan tugas.

Tak berselang lama, dia kembali mendengar sesuatu yang ganjil dari arah belakang rumahnya. WS lantas mengecek kembali, apakah ada seseorang yang masuk ke dalam rumah.

Namun, baru saja ia memasuki dapur yang berada di bagian belakang rumah, seseorang yang tak dikenalnya membekap mulut korban. Dia juga sempat mengancam korban untuk tidak berteriak.

a�?Pelakunya memakai penutup wajah,a�? kata Kasatreskrim Polres Mataram AKP Kiki Firmansyah, kemarin (19/4).

WS semakin tak berdaya. Ancaman pelaku bahkan terlihat membahayakan nyawanya. Pelaku mengancam korban dengan menggunakan pecahan kaca yang diarahkan ke leher korban.

Situasi yang tidak menguntungkan itu, membuat korban pasrah. Dia sempat berkata kepada pelaku untuk mengambil barang apa saja yang ada di dalam rumah.

Permintaan korban rupanya tidak digubris pelaku. Dia malah memasukkan pecahan kaca ke dalam mulut korban. Ancaman yang disertai dengan tindakan sadis itu tidak berhenti sampai di sana. Pelaku kemudian menyayat pergelangan tangan korban dan mendorongnya.

Dorongan pelaku menyebabkan kepala WS terbentur wastafel yang ada di dapur. Benturan itu menyebabkan luka robek pada bagian kepala belakang dan menyebabkan korban pingsan.

a�?Korban sempat pingsan. Saat siuman dia melihat pelaku sudah meninggalkan rumahnya, akhirnya korban lari keluar rumah untuk meminta pertolongan,a�? terang dia.

Tetangga korban yang mendengar permintaan tolong, segera menghubungi polisi. Sekitar pukul 09.00 Wita, petugas dari Polsek Ampenan dan Polres Mataram mendatangi lokasi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

a�?Sudah olah TKP, korban juga sudah dilarikan ke RS untuk dilakukan perawatan,a�? ujar Kiki.

Hasil olah TKP sementara, korban kehilangan satu unit telepon genggam yang diambil pelaku. Hanya saja, polisi masih mendalami motif aksi curas yang dilakukan. Sebab pencurian telepon genggam mengakibatkan korban menderita luka yang cukup parah.

Terkait dengan modus yang digunakan, Kiki mengatakan pelaku diduga masuk melalui pintu belakang. Dia lebih dulu mencongkel pintu belakang untuk selanjutnya masuk ke dalam rumah.

a�?Motifnya masih kita dalami, termasuk apakah pelaku mengenal korban atau tidak. Tapi yang jelas, ciri-ciri dari pelaku sudah kita kantongi,a�? pungkasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost