Lombok Post
Feature Headline

Jejak Maulanasyaikh (4) : Isi Kemerdekaan, Maulanasyaikh Jadi Anggota Konstituante

ANGGOTA KONSTITUANTE: Dari kiri; TGKH M Zainuddin Abdul Madjid berfoto bersama Ustad Abu Bakar Palembang dan TGH Abdul Hafid Kediri. Mereka masing-masing sebagai anggota konstituante. KONSTITUANTE DOKUMENT KELUARGA MAULANASYEIKH

Kiprah TGKH M Zainuddin Abdul Madjid dalam kemerdekaan RI tidak hanya merebut kemerdekaan saja. Ulama yang akrab disapa Maulanasyeikh ini juga aktif berperan mengisi kemerdekaan. Dan karena kecemerlangannya, ia dipercaya menjadi anggota konstituante tahun 1955, sebuah lembaga negara Indonesia yang ditugaskan untuk membentuk Undang-Undang Dasar atau konstitusi negara menggantikan UUD sementara 1950 kala itu.A�A�

***

DI BIDANGA�politik TGKH M Zainuddin Abdul Madjid diakui sebagai politisi yang unggul. Sehingga tidak mengherankan Presiden Abdurrahman Wahid menganggapnya sebagai guru dan banyak belajar dari sosok Kyai Hamzanwadi, nama lain dari TGKH M Zainuddin Abdul Madjid.

Kiprahnya di bidang politik ia tunjukkan tatkala menjadi konsulat NU Sunda Kecil tahun 1950, kemudian menjadi ketua badan penasehat Masyumi wilayah Lombok 1952, menjadi anggota Konstituante RI tahun 1955, dan anggota MPR Pemilu ke-2 dan ke-3 dari tahun 1972-1982.

Karir di bidang politik ini tidak lepas dari sosok TGKH M Zainuddin Abdul Madjid yang merupakan ulama sekaligus politikus yang berusaha mengaktualisasikan peran-peran politiknya melalui pendekatan siyasah as-syar’iyah.

Paradigma ini berangkat dari Islam bukan hanya sebuah sistem nilai dan keperyaan ansih, tetapi juga merupakan formulasi bagi pembentukan kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Ia pun akhirnya mendapat peran sebagai anggota Konstituante RI, dimana lembaga negara ini memiliki tugas utama yakni membuat Undang-Undang yang baru menggantikan UU RIS.

Membuat UUD baru menggantikan UUDS 1950, membuat dan menetapkan garis-garis besar haluan negara (GBHN), membantu merencanakan RAPBN, dan membantu presiden dalam memilih menteri-menteri.

Dosen Sejarah IAIN Mataram Dr Jamaludin mengatakan, di dalam arsip nasional,A� tercatat nama HM Zainuddin dari Partai Masyumi sebagai anggota Konstituante nomor 108.

Selain itu ada beberapa nama lain yang mewakili wilayahA� NTB yakni G. Winaya dari PKI tapi tinggal di Jakarta, Ida Bagus Putra Manuwaba dari PNI tapi dari Jakarta dan Hamid Al Kadri dari Partai Serikat Islam, RM Ali Mansur dari NU asal Jawa Timur.

Dengan aktif di dalam lembaga tinggi negara, artinya dia telah memberikan kontribusi yang besar bagi negara, khususnya untuk Indonesia wilayahA� timur.

Dia bicara untuk Indonesia dari sisi politik, pendidikan dan budaya. a�?Segala kepentingan untuk masyarakat Indonesia dia akan bicarakan di dalam konstituante,a�? katanya.

Peran aktifnya ini menunjukkan bahwa Maulanasyeikh mendukung kemerdekaan NKRI. Apalagi tahun 1955 itu masa rawan dengan banyaknya pemberontakan. Jadi ia memberikan kontribusi yang luar biasa.

Artinya dalam berpolitik, dengan berpihak kepada negara bahwa dia yakin negara memberikan kontribusi yang besar bagi rakyatnya.

a�?Ketika sebelum merdeka dia berperan, ketika ada pihak yang berusaha merong-rongan kemerdekaan,A� dia masuk di konstiuante mempersiapkan konstitusi,a�? katanya.

Baginya, dengan masuk ke dalam konstituante sangat luar biasa, sebab saat ituA� keterwakilan di pusat karena kualitas orang tersebut diakui negara dan masyarakat. a�?Di sana dia memberikan kontribusi bagi negara,a�? katanya.

Sehingga menurutnya, dengan peran-perannya dalam memperjuangkan kemerdekaan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan maka TGKH M Zainuddin Abdul Madjid sangat layak jadi pahlawan nasional.

a�?Dia mengajarkan tidak hanya bagaimana berjuang sebelum kemerdekaan, tetapi bagaimana mengisi kemerdekaan,a�? katanya. (bersambung/r7/SIRTUPILLAILI)A�A�A�A�A�A�A�A�

Berita Lainnya

Tujuh Warga Jadi Tersangka

Redaksi LombokPost

Kades Sukamulia Buronan Polisi

Redaksi LombokPost

Calon Komisioner Gagal Somasi KPU

Redaksi LombokPost

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post