Lombok Post
Praya

Persiapan Kantor Bupati Loteng Telan Rp 10 Miliar

KANTOR BUPATI: Inilah foto kantor bupati Lombok Tengah yang terpampang di ruang kerja Bupati HM Suhaili FT, beberapa hari lalu.

PRAYAA�– Komisi III DPRD Lombok Tengah (Loteng), menyepakati kucuranA� dana sebesar Rp 10 miliar. Anggaran itu, akan digunakan untuk penataan lahan dan redesain pembangunan kantor bupati di PTP Desa Puyung, Jonggat.

a�?Tinggal Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengerjakan saja,a�? kata Ketua Komisi III DPRD Loteng HM Mayuki pada Lombok Post, kemarin (19/4).

Pemindahan lokasi pembangunan pun, tekan Mayuki tidak harus merevisi Perda Nomor 7 Tahun 2011 tentang, rencana tata ruang dan wilayah (RTRW). Kecuali, nota kesepakatan anggaran tahun jamak saja. Karena, rencana awal anggaran yang disiapkan yaitu, sebesar Rp 217 miliar lebih.

Anggaran itu, kata Mayuki digunakan untuk pembangunan kantor bupati di lokasi lama, di jalan Gajah Mada. Kantor bupati yang ada saat ini pun, ditambah Gedung DPRD, kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sarana pendidikan serta kantor PDE dan Arsip akan dirobohkan. Lalu, dipindah ke tempat yang lain.

Seiring perkembangan waktu, lanjut politisi PPP tersebut provinsi menyetujui hibah lahan di PTP Puyung seluas 10 hektare (ha). Dengan catatan, Pemkab juga harus menyediakan lahan untuk pembangunan ruang terbuka hijau (RTH).

A�a�?Perubahan itulah, membuat anggaran kemungkinan akan bertambah,a�? ujarnya.

Tambahannya, beber Mayuki sebesar Rp 10 miliar. Namun, yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah, apakah dana Rp 10 miliar itu, masuk ke dalam mata anggaran Rp 217 miliar lebih atau tidak.

A�a�?Kalau diluar anggaran sebesar itu, maka nota kesepakatan anggaran tahun jamak harus direvisi,a�? katanya.

Sebaliknya, tambah Mayuki jika satu dengan mata anggaran yang dimaksud, maka tidak perlu adanya revisi nota kesepakatan tersebut. Itu artinya, Dinas PUPR bisa memulai program kerja fisiknya.

A�a�?Kami mohon dukungan seluruh warga Loteng, untuk pembangunan kantor bupati ini,a�? seru Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, terpisah.

Kantor bupati yang ada saat ini, menurut Pathul merupakan kantor bupati terjelek dari seluruh kabupaten/kota di NTB.

a�?Hajat pembangunan kantor bupati ini adalah, untuk meningkatkan, mempermudah dan mempercepat pelayanan birokrasi,a�? kata Pathul.(dss/r2)

Berita Lainnya

Banyak PNS Cerai Gara-gara Selingkuh

Redaksi LombokPost

Islam Itu Rahmatan lil Alamin

Redaksi LombokPost

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost