Lombok Post
Headline Selong

Penggusuran Rumah Warga Pancor Tertunda, Pemkab Tunggu Hasil Kajian BPN

Asisten I Setda Lotim M Juaini Taufik. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Hingga saat ini pihak Pemkab belum menemukan kesepakatan dengan sejumlah warga pemilik tanah yang ada di Pancor. Karena, saat ini sejumlah warga belum menerima harga yang ditetapkan Pemkab Lotim b. Untuk itu, kini pihak Pemkab Lotim kembali menunggu hasil kajian BPN Wilayah NTB untuk menindak lanjuti masalah ini.

a�?Memang belum lama ini ada dialog dengan warga, dan kami siap menindaklanjutinya untuk konsultasi dengan pihak BPN Wilayah. Saat ini sedang dalam proses pengkajian. Kalau sudah clear baru kami ajak warga lagi menggelar pertemuan,a�? kata Asisten I Setda Lotim M Juaini Taufik.

Untuk saat ini, harga ganti rugi pembebasan lahan yang siap diberikan kepada warga masih berpatokan pada laporan awal dari tim appraisal. Hanya saja, harga ini masih belum disepakati oleh warga karena dinilai tidak sesuai dengan kerugian yang mereka terima. Karena, patokan harga yang disampaikan tim aprasial ini menurut warga hanya mengacu pada luas lahan yang ada. Tidak memperhatikan kondisi bangunan fisik yang sudah ada.

a�?Makanya kami sebagai instansi yang membutuhkan tanah harus saling memahami dan memberikan perhatian kepada pemilik lahan. Setelah ada kajian dari kanwil BPN, baru kami akan koordinasikan lagi dengan warga,a�? jelasnya.

a�?Yang jelas pada prinsipnya kami tidak mungkin melakukan penggusuran sebelum ada kesepahaman dengan warga,a�? sambungnya.

Saat ini sebanyak 35 warga Pancor pemilik lahan menuntut ganti rugi sesuai dengan harga pasar. a�?Intinya kami hanya berharap harganya sesuai dengan kerugian yang kami terima. Ganti rugi p sesuai dengan harga pasar dan mempertimbangkan bangunan fisik yang akan dirusak,a�? ungkap Tamrin salah seorang warga.

Ia bersama warga lainnya juga mempertanayakan dasar tim apraisal untuk menentukan harga tanah saat ini. Karena mereka mengaku belum pernah bertemu atau diwawancara oleh tim tersebut. Sehingga, penentuan harga ini dirasakan hanya keputusan sepihak.

a�?Belum mereka pikirkan dampaknya ke kami ketika terjadi penggusuran itu. Berapa bulan kami tidak beraktivitas mencari nafkah. Mereka tidak berpikir kami kalau ada sangkut pautnya dengan pinjaman di Bank dan yang lainnya,a�? ungkapnya.

Pembebasan lahan tanah ini diketahui berada di sekitar jalan Pejanggik dan Jalan Gajah Mada. Dimana, dalam rencana pembangunan jalan pemerintah, akan dilakukan pelebaran jalan 18 meter persegi. Dengan sembilan meter dari ruas jalan sebelah kiri dan sembilan meter ruas kanan. (ton/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost