Lombok Post
Headline Sumbawa

Sungguh Terlalu… Bocah SD Disuruh Nyolong

Il (membelakangi) saat dimintai keterangan di Polres Sumbawa RANDY/RADAR SUMBAWA

SUMBAWAA�– Dua bocah yang masih duduk di kelas IV SD terpaksa diamankan di Polres Sumbawa, kemarin (20/4). Keduanya kedapatan melakukan pencurian di sebuah minimarket di kawasan Blok M, Kelurahan Seketeng. Ironisnya, dua bocah ini disuruh mencuri oleh seorang anak lainnya.

Kejadian ini berawal ketika pemilik minimarket tersebut memergoki dua bocah berinisial Ar dan R ini sedang mencuri parfum. Kasus pencurian ini kemudian diinformasikan kepada polisi. Tidak lama, anggota Tim Buser Polres Sumbawa datang ke lokasi. Kedua bocah ini kemudian diamankan ke Polres Sumbawa.

Setelah diinterogasi, kedua bocah itu mengaku bahwa mereka disuruh untuk mencuri oleh seorang anak yang masih berstatus sebagai siswa salah satu SMP di Sumbawa berinisial Il. Il menyuruh keduanya untuk mencuri barang-barang di dalam minimarket tersebut.

Setelah mengetahui identitas Il, anggota Tim Buser kemudian meluncur ke kediamannya. Kasus ini juga diinformasikan kepada orang tua Il. Akhirnya, ayahnya ikut melakukan pencarian terhadap Il. Tidak lama, Il diantarkan oleh ayahnya ke ruang Reskrim Polres Sumbawa.

Kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), Ar mengaku awalnya dia bermain bersama R di sekitar jembatan Kelurahan Brang Bara. Tidak lama, keduanya dihampiri oleh Il. Mereka kemudian diajak ke minimarket tersebut oleh Il. Keduanya langsung diberikan uang sebesar Rp 10 ribu. Mereka disuruh pura-pura belanja, kemudian disuruh melakukan pencurian.

”Kalau kita nolak, kita dipukul,” akunya.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Elyas Ericson mengatakan, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap bocah-bocah tersebut. Pihaknya akan memanggil orang tua, pihak sekolah dan ketua RT setempat. Memang perkaranya merupakan tidak pidana ringan. Barang bukti berupa parfum kaleng yang dicuri dari minimarket tersebut juga sudah diamankan.

Dijelaskan, Ar dan R disuruh oleh seorang anak di bawah umur lainnya berinisial Il, 14 tahun. Il akan dijerat dengan pasal pencurian biasa. Karena masih dibawah umur, akan diupayakan untuk dilakukan diversi.

”Sementara dua bocah SD yang disuruh Il, saat ini masih dijadikan saksi. Karena keduanya melakukan perbuatan itu dengan ancaman dari Il,” pungkasnya. (run/r4)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost