Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Jenazah TKI NTB Telantar Tiga Bulan, Terpaksa Dikuburkan di Arab Saudi

Kepala Desa Adu Muhtar, ABDUL MUIS/RADAR DOMPU

DOMPU-Jenazah tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Adu, Kecamatan Hua��u, Kabupaten Dompu, Saa��ati ditelantarkan selama tiga bulan. Karena tidak kunjung ada kejelasan dari pemerintah, pahlawan devisa itu pun terpaksa dikuburkan di Arab Saudi.

a�? Ini menandakan tidak ada jaminan bagi TKI dan keluarganya mendapatkan hak-hak mereka,a��a�� kata Kepala Desa Adu Muhtar, Sabtu (22/4).

Ditemui di rumahnya di Desa Adu, Muhtar mengatakan awalnya tidak tahu ada warganya meninggal di Arab Saudi. Belakangan, kabar meninggalnya TKW tersebut menjadi viral di media sosial. selain itu keluarga almarhumah meminta dibuatkan surat kuasa, agar jenazah Sa’ati dimakamkan di Arab Saudi.

A�”Kita sudah buatkan surat kuasa pemakaman almarhumah. Alhamdulillah kabarnya jenazah Sa’ati sudah dimakamkan di Arab Saudi,” kata Muhtar.

Diceritakanya, Sa’atiA� sudah belasan tahun menjadi TKW di Arab Saudi. Selama ini tidak pernah pulang ke Dompu.Menurut keluarganya, Sa’ati telah menikah dengan orang Pakistan dan telah memiliki tiga orang anak.

Kabar lain diperoleh kata Muhtar, almarhumah Sa’ati kerap mendapat perlakuan kasar dari suaminya.

“Kabarnya sih dia sering dianiaya,”katanya.

SoalA� jenazah almarhumah tiga bulan berada di rumah sakit Arab Saudi, Muhtar mengaku tak habis pikir dengan pemerintah. Karena sama sekali tidak ada kepedulian pemerintah terhadap warganya yang ada di luar negeri. Paling tidak, kata dia, mengabarkan almarumah meninggal pada keluarganya.

“Mestinya negara harus memberikan perlindungan kepada warganya,” sesal Muhtar.

Menurut dia, tak mungkin identitas almarhumah tidak diketahui kalau negara benar-benar serius mengurusnya. Karena itu dia menuntut agar Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memperjelas penyebab kematian Sa’ati.Karena penyebab kematian Sa’ati masih menjadi tanda tanya besar bagi keluarga dan warga di Desa Adu.

Ada yang menyatakan karena pendarahan saat melahirkan, ada juga yang mengatakan dibunuh oleh suaminya.

“Agar keluarga dan warga desa tenang, tolong perjelas penyebab meninggalnya almarhumah,”katanya.

Dikatakan, Sa’ati berumur sekitar 40-an tahun. Sebelum menjadi TKW dia sempat menikah, tapi ditinggal mati oleh suaminya. Almarhumah memiliki dua orang anak laki-laki yang kini sudah duduk di bangku SMA dan tinggal bersama neneknya. (am/r4)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost