Lombok Post
Headline Metropolis

Tertibkan Aset Pasar Cakra, Pemkot Mataram Siapkan Langkah Hukum

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM-Pemkot Mataram siap membawa perkara aset Cakranegara di Jalan AA Gde Ngurah dan Jalan Selaparang ke meja hijau. Jika tak kunjung menemukan jalan terang, bukan tak mungkin persoalan itu dibawa ke ranah pengadilan.

“Kita siap tempuh langkah hukum,a�? ujar Kadis Perdagangan Kota Mataram L Alwan Basri, kemarin.

Kepada Lombok Post, ia mengatakan kesiapan itu tak lepas dari keyakinan Pemkot Mataram bahwa bangunan di sana adalah aset negara. Hingga kini tak ditemukan dokumen jual beli yang jelas, sehingga diyakini aset tersebut masih sah milik Negara dalam hal ini Pemkot Mataram.

“Itu jelas milik kita,a�? katanya penuh keyakinan.

Namun ia menegaskan langkah itu adalah opsi terakhir yang bakal ditempuh. Peluang memperkarakan masalah tersebut hingga kini masih terbilang kecil, namun kemungkinannya tetap ada. Terlebih jika hingga ujungnya nanti, pihak-pihak yang mengklaim memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) tetap pada pendiriannya.

“Biar nanti pengadilan yang tentukan siapa yang benar, kalau memang langkah itu jadi ditempuh,a�? imbuhnya.

Yang pasti kini tim sedang bekerja melakukan verifikasi. Berkas-berkas yang ada di tangan Pemkot Mataram sedang coba dikumpulkan, diteliti, dan dicocokkan satu demi satu. Tim yang sudah dibentuk juga tengah mencari tahu bagaimana penyebab munculnya SHM atas tanah dan bangunan yang sebelumnya milik daerah dan disewakan dalam bentuk HGB tersebut.

“Hasilnya akan kita laporkan ke pak Wali Kota nantinya,a�? katanya.

Setelah kepala daerah memutuskan langkah lanjutan, barulah tim akan kembali bertindak. Yang pasti prinsipnya adalah tim hendak mencari kejelasan aset tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana meminta tim yang sudah ada bekerja cepat dan tepat. Menurutnya kecepatan pengumpulan data sangat diperlukan agar masalah tersebut tak berlarut-larut. Proses perjanjian lanjutnya sudah berlangsung lama, namun bukan berarti hal itu tak bisa ditelusuri.

“Cari kebenarannya secara mendalam,a�? ucapnya.

Dia meyakini secara sah aset tersebut tak pernah dijual hingga saat ini. Sehingga kalau pun ada SHM muncul, itu patut dipertanyakan.

Lantas bagaimana jika SHM itu asli? Apakah artinya ada oknum yang bermain? Mohan enggan berspekulasi. Yang pasti tugas tim saat ini mengumpulkan data dan segera bertindak dengan tepat. “Ambil langkah yang paling diperlukan,a�? ucapnya.

Selama masalah itu tak diselesaikan, ia meyakini persoalan itu akan terus menghantui daerah. Rencana Pemkot Mataram yang hendak merevitalisasi Pasar Cakra juga terhambat dengan adanya persoalan itu. Bangunan yang mengelilingi pasar, yang kini sudah diklaim penghuninya harus segera diselesaikan.

“Kalau tidak ya pasar itu tak akan pernah bisa dikerjakan,a�? ujarnya.

Letaknya yang sangat strategis, lanjut Mohan, juga membuat Pemkot Mataram memiliki sejumlah rencana besar terkait aset di pusat perekonomian Mataram bahkan NTB itu. Dalam bayangannya bisa saja konsep pasar tradisional yang dikelola dengan modern dimulai dari sana.

“Misalnya lantai satu jadi area parkir, di atasnya pasar, kan harus clear dulu bangunan yang bermasalah ini baru bisa,a�? sambungnya.

Pemerintah akan susah berbuat selama tak ada kejelasan. Namun terkait langkah hukum, ia meminta mengedepankan terlebih dahulu jalur persuasif.

Pendekatan pada pihak-pihak yang kini mengklaim memiliki kelengkapan surat bukti kepemilikan menurutnya harus dilakukan. Dengan cara itu juga bisa diketahui dari mana asal muasal terbitnya SHM tersebut.

Lantas bagaimana jika SHM tersebut ternyata asli? Bagaimana pula jika ternyata Pemkot Mataram tak memiliki sertifikat bukti kepemilikan sebagaimana klaim selama ini? Terdiam sejenak, ia meminta tim lebih dulu mengumpulkan data dan mencari kejelasan sumber masalah. “Itu tugas tim mengeceknya, setahu saya tak pernah dijual,a�? tutup Mohan. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost