Lombok Post
Metropolis

Banyak Anak Jadi a�?Malin Kundanga�?, Sibuk Cari Kerja, Orang Tua Ditelantarkan

Kepala Dinas Sosial (Disos) NTB H Ahsanul Khlaik SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Fenomena a�?Malin Kundanga�? atau anak yang menelantarkan orang tua tengah melanda NTB. Sebab saat ini, banyak anak yang tidak sempat mengurus orang tua karena terlalu sibuk dengan pekerjaanya. Bahkan banyak diantara orang tua itu ditemukan telantar di jalanan untuk bertahan hidup.

Seperti Papuq Jamil, asal Montong Are Lombok Tengah yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di kawasan Cakranegara. Ia harus tetap mencari nafkah di usia senjanya, sebab keluarga dan anak tidak bisa diharapkan. Bahkan PapuqA� Jamil mengaku sudah tidak punya keluarga yang akan merawatnya.

Tapi Papuq Jamil bukan satu-satunya orang tua yang hidup terlunta-lunta. Kini semakin banyak orang tua yang tidak dirawat sang anak, bahkan dibiarkan bertahan hidup sendiri.

Berdasarkan data Dinas Sosial NTB, jumlah lanjut usia se-NTB yang ditangani tahun 2017 sebanyak 1.500 orang. Dan yang diasistensi sebanyak 700 orang dalam bentuk homecare. a�?Itu ada anak-anaknya tapi kan ada kesibukan mencari penghasilan sehingga membuat orang tuanya tidak ada yang urus,a�? kata Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (24/4).

Para lansia yang ditangani tersebut dalam kondisi sangat miskin sehingga mendapat penanganan khusus. Belum termasuk orang tua terlantar yang dirazia Satgas P3S di beberapa wilayah di NTB. Mereka kemudian ditampung di Balai Sosial yang ada.

Menurutnya, penyebab utama banyak orang tua ditelantarkan anak adalah alasan ekonomi. Anaknya sibuk mencari uang sehingga tidak sempat mengurus orang tua dengan baik. a�?Sekarang kita amankan dan pelihara mereka di balai sosial yang ada, atau dititipkan di lembaga kesejahteraan sosial yang ada di tengah masyarakat,a�? katanya.

Selain itu, ada juga anak telantar pada tahun 2017 jumlahnya mencapai 6.500 orang. Untuk menangani itu, Dinas Sosial bekerjasama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial yang dikelola masyarakat. Total dana dari provinsi sebesar Rp 6,5 miliar dan Kementerian Sosial sebesar Rp 6,5 miliar. Di mana dana itu langsung masuk ke rekening masing-masing LKS setelah diverifikasi dan direkomendasikan Dinas Sosial kabupaten/kota dan provinsi.

Sementara untuk memastikan kondisi mereka, bagi orang tua yang tinggal di rumahnya, petugas tetap mengunjungi untuk mengetahui kondisinya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost