Lombok Post
Headline Sumbawa

Kepala Sekolah Kepala SMAN 1 Empang Polisikan Ketua Komite

ilustrasi penjara/jpnn

EMPANGA�– Ancaman Kepala SMAN 1 Empang Mustafa untuk membawa dugaan pencemaran nama baiknya ke ranah hukum bukan hanya gertakan sambal.A� Pada hari Selasa (25/4) lalu, Mustafa mengaku telah melaporkan Ketua Komite SMAN 1 Empang Mudayat Abas ke Polsek Empang dengan kasus pencemaran nama baik.

Mustafa mengaku dirugikan atas tudingan Mudayat kepada dirinya di sebuah media. Mudayat menuduh Abas sebagai kepala sekolah melakukan pungli, tidak transparan mengelola dana BOS, dan dituduh berselingkuh.

Terkait pemberitaan ini, Mustafa menegaskan semuanya tidak benar dan semuanya adalah fitnah. Dijelaskan, terkait penggunaan dana BOS, sekolah telah diperiksa oleh Inspektorat dan Dikbud dan tidak ada masalah. Kemudian terkait dengan denda siswa yang membawa HP, aturan itu telah ada sejak kepala sekolah sebelum dirinya. Sementara terkait perselingkuhan, Mustafa menantang pihak yang menudingnya untuk membuktikan tuduhan itu.

A�”JIka tidak, maka itu adalah fitnah,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Empang Iptu I Gusti Mades Suardika yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa pihaknya baru menerima pengaduan dari Kepala SMAN 1 Empang Mustafa. Setelah itu, pihaknya mengundang saksi-saksi terkait guna diklarifikasi.

Dijelaskan, bedanya pengaduan dengan laporan polisi, pengaduan ini bersifat penyelidikan. Dengan cara mengundang sejumlah saksi terkait. Jika laporan polisi, maka pemanggilan saksinya bisa dilakukan dengan upaya paksa.

”Karena kasus pencemaran nama baik ini masih bersifat pengaduan, jadi kami tindak lanjuti dengan mengundang saksi-saksi yang disebutkan,” katanya.

Pihaknya sudah melayangkan panggilan terhadap para saksi tersebut. Salah satunya adalah Mudayat Abas. Sebenarnya, para saksi ini dipanggil kemarin untuk dimintai keterangan. Namun, karena yang bersangkutan memiliki keperluan di Sumbawa, jadi belum bisa memenuhi panggilan. Apabila saksi sudah berada di Empang, maka akan langsung dimintai keterangan.

Kapolsek membenarkan Mustafa sempat menyampaikan apa yang menjadi persoalan. Seperti denda karena siswa membawa handphone. Menurut Mustafa, hal itu adalah ketentuan dari sekolah. Denda itu kemudian dikumpulkan ke bendahara. Inilah yang perlu dikonfirmasi kebenarannya. Hal ini perlu dilakukan guna tindak lanjut pengaduan itu ke tahap penyidikan. (cr-arg/run/r4 )

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost