Lombok Post
Metropolis

Belanja Cukup dengan Ujung Jari, Dinas Perdagangan Launching ISHOP NTB

INOVASI: Wagub NTB H Muhammad Amin (dua dari kiri) didampingi Kadis Perdagangan Provinsi NTB Hj Putu Selly Andayani menandatangani MoU dengan BNI dan Pos Indonesia dalam program “ISHOP NTB” di Lapangan Sangkareang Mataram, kemarin (28/4). Fathul/Lombok Post

MATARAMA�– Dinas Perdagangan Provinsi NTB tidak menutup mata dengan kemajuan telekomunikasi. Cara-cara pembinaan usaha kecil menengah (UKM) yang klasik disesuaikan dengan kemajuan. Salah satunya dalam model penjualan produk UKM di NTB.

Jika dulu masih mengandalkan pameran dan outlet, kini Dinas Perdagangan merambah e-commerce, yaitu penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik. Kemajuan internet adalah peluang yang ditangkap Dinas Perdagangan. Antara pedagang dan pembeli tidak perlu lagi bertatap muka. Cukup melalui perangkat smartphone atau komputer mereka bisa melakukan transaksi. a�?Ini adalah bagian dari inovasi Pemerintah Provinsi NTB,” kata Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin saat launching sistem yang dibangun Dinas Perdagangan itu di Lapangan Sangkareang Mataram, kemarin (28/4).

a�?Bayia�? yang baru lahir dari rahim Dinas Perdagangan ini disebut ISHOP NTB. Huruf a�?ia�? merujuk pada perangkat internet, a�?shopa�? adalah belanja. Jadi urusan belanja nantinya cukup melalui internet. Dinas Perdagangan tidak menampik, ide ini terinspirasi dari kemajuan sistem jual beli online yang lebih dulu dikelola swasta.

Sistem yang dibangun Dinas Perdagangan akan menguntungkan pelaku UKM di NTB. Mereka tidak perlu keluar biaya mahal untuk pameran maupun menyewa outlet. Pembeli pun tidak khawatir dengan penipuan. Dinas Perdagangan menjamin sistem yang dibangun ini aman, dan sesuai dengan fakta di lapangan. Tidak sembarangan orang bisa jualan di lapak maya ini.

Sebagai contoh awal, saat ini ada 50 UKM yang masuk dalam ISHOP NTB ini. Angka ini bisa bertambah, disesuaikan dengan perkembangan sistem yang dibangun. Angka 50 ini dipilih dengan pertimbangan barang-barang yang dijual itu berpotensi ekspor. Artinya, sasaran ISHOP NTB ini tidak sekadar pasaran dalam negeri, tapi juga mancanegara.

a�?Tapi tetap hak-hak konsumen harus dilindungi,” kata wagub.

ISHOP NTB ini memang tidak sehebat e-commerce yang dikelola swasta dan lebih duluA� dikembangkan swasta. Tapi, ISHOP NTB ini juga tidak melulu mencari keuntungan. Pengelolaan akan ditangani Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Dinas Perdagangan yang akan membiayai sistem dan operasional sistem ini. Nama Dinas Perdagangan akan menjadi jaminan sistem jual beli online tersebut aman.

a�?Kita ikuti perkembangan zaman,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Hj Putu Selly Andayani.

Saat lauhcing kemarin, sistem ini memang belum diaktifkan. Saat ini, Dinas Perdagangan masih membenahi di internal. Saatnya nanti, begitu sistem ini aktif, transaksi jual beli sudah bisa dilakukan.

a�?Sekarang masih proses melengkapi seluruh persiapan, termasuk juga anggaran di APBD Perubahan nanti,” katanya.

Sebenarnya sistem jual beli online sudah dilakukan para pelaku usaha di NTB. Tapi masih dikelola sendiri-sendiri. Mereka memanfaatkan Facebook, Instagram, Twitter, blog, website. Ada juga yang ikut membuka lapak di e-commerce. Tapi jika sistem ISHOP NTB ini jadi, Selly berharap makin membantu para pelaku usaha di NTB.

Selly menyebutkan beberapa jenis usaha yang sudah mulai dimasukkan dalam ISHOP NTB adalah usaha kerajinan tangan, tenun, mutiara, dan beberapa produk lokal lainnya. Selly menekankan, ISHOP NTB ini hanya akan membantu produk-produk lokal. Sehingga jika, misalnya, ada pedagang dari luar daerah mau menjadi penjual di ISHOP NTB, admin akan menolak. a�?Ini untuk melindungi produk lokal kita,” ujarnya.

Selain itu, branding produk NTB juga bisa terjamin dan diketahui pembeli. Selama ini, melalui jual beli konvensional, produk lokal NTB banyak yang dibranding ulang daerah lain. Produksinya di Lombok, dan ketika dijual di luar Lombok, produk itu tidak dianggap sebagai produksi kerajinan Lombok. Kini, melalui sistem jual beli online, Dinas Perdagangan berharap branding produk lokal Lombok makin dikenal luas.

Untuk pengiriman barang yang dijual di ISHOP NTB, Dinas Perdagangan bekerjasama dengan PT Pos Indonesia. Pos Indonesia adalah penyedia jasa ekspedisi terbesar di Indonesia. Memiliki jaringan di seluruh kecamatan di Indonesia, dan memiliki jaringan yang luas hampir di setiap pelosok. Selain itu, sebagai penyedia jasa pengiriman barang, Pos Indonesia juga terus berinovasi. a�?Pembeli dan penjual tidak khawatir lagi bertransaksi,” katanya.

Selly tidak ingin muluk-muluk dalam program ISHOP NTB ini. Dia hanya ingin membantu para pelaku UKM mempromosikan dan menjual produk mereka. Tentu saja, Dinas Perdagangan juga akan membantu meningkatkan kualitas produk yang akan dijual. Misalnya soal kemasan yang masih sederhana.

a�?Peningkatan kualitas pengemasan juga akan dibantu Dinas Perdagangan,” katanya. (fat/r7)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost