Lombok Post
Headline Praya

Lantik Pengurus Baru, Massa ancam Hadang DPP Gerindra di Bandara Lombok

JAGA KAMTIBMAS: Para tokoh dan warga Desa Tanak Awu, Pujut Lombok Tengah mengaku siap menjaga Kamtibmas desa dan bandara, kemarin (28/4). dedi/Lombok Post

PRAYAA�– Perpecahan di internal Gerindra NTB masih berlangsung. Sejumlah kelompok dikabarkan akan menghadang rombongan pengurus DPP Gerindra yang akan datang ke Mataram di Lombok International Airports (LIA). Aksi ini sebagai protes atas perombakan dan pelantikan pengurus DPD Gerindra NTB yangakan berlangsung di Mataram Minggu (30/4) mendatang.

Namun demikian rencana aksi itu langsung mendapat perlawanan. Para tokoh masyarakat di Desa Tanak Awu, Pujut Lombok Tengah (Loteng) mengaku siap menghala aksi tersebut.

a�?Sebagai pintu masuk NTB, kami berkewajiban memberikan rasa aman dan nyaman kepada siapa pun yang datang,a�? tegas tokoh masyarakat Desa Tanak Awu Lalu Masrin, kemarin (28/4) di kediamannya.

Ia menekankan, sikap itu bukan karena dorongan elit Gerindra atau kepentingan partai politik (parpol) tertentu. Melainkan, murni keinginan masyarakat Desa Tanak Awu, yang menginginkan situasi tetap kondusif. Khususnya di bandara, baik di dalam maupun di luar.

a�?Jika ada yang mau demo, apalagi mau berbuat onar, maka siap-siap saja berhadapan dengan kami. Ini bukan ancaman, tapi lihat saja,a�? tegas Masrin.

Sejak awal, pihahnya mengaku sudah seringkali mengingatkan kepada para aktivis, untuk tidak melakukan aksi demo di pintu masuk Bumi Gora tersebut. Apa pun alasannya, tetap tidak diperbolehkan. Sehingga, sebelum aparat keamanan yang bertindak, maka warga Desa Tanak Awu yang akan turun terlebih dahulu.

Kecuali, tekan Masri demo-demo yang berbau kemanusiaan. Jika demo berbau politik atau kepentingan kekuasaan, maka warga sepakat menghadang. Warga Desa Ketare dan Desa Penujak pun siap membantu. Terbukti, isu demo menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan rombongan pejabat negara sebelumnya, bisa diatasi dengan cepat.

a�?Kalau mau demo, jangan di pintu gerbang NTB ini. Silakan demo di tempat lain saja. Saya ingatkan, berfikirlah dua kali untuk demo,a�? ancam Masri.

Ia menambahkan, soal adanya demo para pedagang lapak, pengusaha travel atau pegawai bandara, itu lain urusannya.

A�a�?Intinya, kami melarang keras demo berbau politis. Itu sudah tertuang dalam awik-awik desa,a�? sambung wakil ketua Badan Keamanan Desa (BKD) Tanak Awu Lalu Abdul Hak.

Ketua Forum Bele Rawang Loteng itu pun merasa bersyukur, karena TNI/Polri secara aktif menjaga Kamtibmas di bandara. Untuk membantu tugas mereka, kata Abdul Hak aparatur pemerintah tiga desa dilingkar bandara pun, sepakat menyiagakan para tokoh pemudanya masing-masing di bandara.

a�?Inilah wujud kerja sama yang baik. Sehingga, marilah kita bersama-sama menjaga nama baik daerah kita tercinta. Khususnya bandara,a�? serunya.(dss/r2)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post